Ranah Minang Berduka, Mantan Gubernur Sumbar Prof. Marlis Rahman Meninggal Dunia

444

JURNAL SUMBAR | Padang – Innalillahi wainnailaihi rajiun…. Hari ini Ranah Minang berduka. Mantan Gubernur Sumbar, Prof. Marlis Rahman, meninggal dunia di kediamannya Jalan Fisika III Blok B II Komplek Unand Ulu Gadut Padang, Sabtu, (28/7/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.

Marlis Rahman meninggal dalam usia 76 tahun. Ia meninggalkan 1 orang istri, Mairawita Marlis (Wiwik), dan satu anak, Salsa Fauzania.

“SELAMAT JALAN PROF. MARLIS RAHMAN. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Pof. Dr. H. Marlis Rahman, M.Sc., mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar (2005-2010), Rektor Universitas Andalas dua periode (1995-2005), Ketua ICMI Orwil Sumbar, dan Ketua PMI Sumatera Barat,” itu kalimat duka di akun medsos disampaikan Tokoh Pers Sumbar, Hasril Chaniago.

“Sungguh kabar yang sangat mengejutkan bagi saya pribadi. Petang hari Jumat kemarin saya masih sempat memberi komen pada postingan FB Pak Marlis yang meunggah foto beliau bersama alumni SMP 4 Bukittinggi, antara lain bersama Ir. Man Nas ka Sulaiman, mantan Kadinas dan Kakanwil Kehutanan Sumbar. Kemarin Pak Marlis memang berada di Bukittinggi menghadii acara Rapat Daerah PMI Sumbar sekaligus kabarnya Reuni Alumni SMP 4 Bukittinggi,” ucap mantan Redpel Harian Singgalang itu.

“Tentu saja sangat kemngejutkan ketika sekitar pukul 08.30 WIB pagi ini saya membaca berita di Grup WA ICMI Sumbar dan beberapa grup WA lainnya bahwa Pak Marlis telah berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 08.00 tadi di kediaman beliau di Perumahan Unand Ulu Gadut Padang. Mulanya saya nyaris tidak percaya, tetapi segera terkonfirmasi setelah saya kontak dengan Prof. Musliar Kasim, mantan Wamendikbud dan Rektor Universitas Andalas penerus Pak Marlis. Kebetulan Pak Musliar sedang di Pekanbaru bersama Walikota Padang Mahyeldi dalam acara Reuni Alumni Fakultas Pertanian Unand”.

“Selamat jalan Pak Marlis. Saya pribadi mempunyai banyak kenangan dan ingatan rentang kebaikan Pak Marlis. Tahun 1999 kami menerbitkan Suratkabar Harian Mimbar Minang di bawah payung Koperasi Ekutor dan ICMI Orwil Sumbar. Dalam peringatan 1 Abad Bung Hatta (2002) Pak Marlis menjadi Ketua Umum panitia tingkat Sumbar dan saya menjadi Sekretaris Umum, antara lain kami bersama2 dengan Pak Musliar Kasim, Prof. Mestika Zed, H. Guspardi Gaus dan H. Shofwan Karim”.

“Sejak proses pemilihan Gubernur Sumbar 2005, di mana Pak Marlis berpasangan dengan Pak Gamawan Fauzi hingga selama beliau menjabat Wakil Gubernur kemudian jadi Gubernur sejak 7 Desember 2009, saya juga sangat intens berinteraksi dengan Pak Marlis. Terakhir, ketika beliau meluncurkan buku otobigrafinya “Prof. Dr. Marlis Rahman, M.Sc. Gubenur Cendekiawan” akhir September 2017, Pak Marlis mminta saya menjadi pembedah buku tersebut bersama Prof. Werry Darta Taifur dan Pak Aristo Munandar,” kenang Hasril Chaniago.

“Sungguh kenangan tak terlupakan dengan Pak Marlis. Beliau adalah tokoh yang humble, sederhana dan rendah hati. Saya sungguh kehilangan. Selamat jalan Pak Marlis. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa dan kesalahan beliau, dan seluruh amal ibadah, pengabdian dan perbuatan baiknya dibalasi pahala yang berlipat ganda. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Amin YRA.

“Telah berpulang ke rahmatullah, tokoh besar seorang aktivis dan pemimpin kampus menjadi politisi, tokoh cendekiawan dan seorang anak manusia yang penuh cinta kasih,” ungkap ketua PW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim Elhussein, MA, kepada salahsatu media, Sabtu (28/7/2018) pagi.

Prof. Dr. H. Marlis Rahman, MSc. lahir di Kota Bukittingi, pada tanggal 9 Juni 1942. Beliau adalah akademisi, pengajar, dan politisi Indonesia. Yang dilantik menjadi Gubernur Sumatera Barat yang dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi pada hari Senin 7 Desember 2009. (Rilis)