Rektor UNP: Kembangkan Desa Tertinggal di Sumbar Butuh Bantuan Dana dari Kemendes

90

JURNAL SUMBAR | Padang – Kementerian Desa Tertinggal, PDT & Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, melalui Dirjen Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa, gelar Penandatangan Kontrak & Pembukaan Account BUMDes bagi 150 Nagari penerima bantuan se-Sumatra Barat.

Penandatangan Kontract & Pembukaan Account BUMDes (penerima bantuan) bagi daerah teringgal digelar di Gedung Aula Fakultas Ekonomi UNP, Selasa (3/7).

Penandatanganan itu dihadiri langsung Staf Khusus Mendes PDTT H Febby Dt Bangso, Rektor UNP Ganefri, Wakil pimpinan BNI dan Perwakilan dinas-dinas budaya & pariwisata, juga seluruh perwakilan penerima BUMDes Kabupaten/Kota se-Sumbar.

Rektor UNP Ganefri menyebutkan, bantuan dana untuk nagari-nagari tertinggal melalui Kemendes sangat diperlukan sekali dimana daerah-daerah di Sumbar cukup banyak yang tertinggal.

“Saya juga melihat dan meninjau langsung nagari kita ini, ternyata cukup banyak memprihatinkan dan membutuhkan bantuan Seperti, daerah, Pasaman, Solok Selatan masih jauh tertinggal dari nagari lainya,” ujar Ganefri.

Sebagai Pendamping Dana Desa UNP kata Genefri akan terus memonitoring kegiatan dan penyaluran dana hingga tepat sasaran dan bermanfaat.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dan digunakan sebaik baiknya,” ujar Rektor UNP.

Staf Khusus Kementerian Desa PDTT H Febby Dt Bangso pada kesempatan sama mengatakan, masih banyak program-program dari kementrian desa yang sedang diupayakan dalam rangka peningkatan untuk kemajuan desa Dan nagari tertinggal di Sumbar.

“Semoga bantuan ini berguna seperti yang kita harapkan, target besar kita bagaimana tamu wisatawan-wisatawan datang dan menjadi destinasi BUMDes,” harapnya.

Febby juga berharap BUMDes atau BUMNag di Sumbar bisa menjadi percontohan dan model bagi BUMDes lainya di Indonesia, walau slot bantuan terbatas dan penerima sudah melalui seleksi yang ketat.

“Dari pengajuan yang begitu banyak dari seluruh Indonesia ada Sekitar 1800 dan Alhamdulillah kita bisa dapat sembilan persen dari kuota yang ada,” ujarnya.

Bantuan diberikan secara simbolis kepada 140 hingga 150 perwakilan BUMNag yang tersebar di wilayah Sumbar setiap Bumnag akan mendapatkan dana sebesar Rp 50 juta disalurkan melalui Rekening Bank BNI.

Sementara Mulyadi penerima BUMNag perwakilan dari Pesesir Selatan tampak senang dengan adanya bantuan tersebut.

“Bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan di desa kami dan sebagian digunakan untuk membeli pupuk,” ujarnya.

Staf khusus Kemendes itu juga menyampaikan, acara serupa ini juga digelar serentak di Solo dan Jogja saat ini, dan rencananya minggu depan akan digelar workshop selama dua hari di Bukittinggi.

“Tujuan workshop sendiri agar pengelola BUMNag termotivasi dan mendapatkan inspirasi baru atau ide-ide baru dalam kegiatannya,” ujar Febby. (tribunsumbar/tim kemendes)