Sibule Batang Kapas, Ayam Milik Cheff Fauzan yang Tanpa Bulu

180

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Ayam lokal jenis Ras dan tidak berbulu, bikin heboh warga Kampung Koto Keduduk, Nagari Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat .

Ayam tersebut milik Cheff Fauzan. Ayam itu, terlihat sangat berbeda dengan ayam-ayam ternak lainnya yaitu tidak berbulu.

Menurut Fauzan, ayam ras tersebut sudah berumur 6 bulan sejak menetas dari seekor induk ayam. Namun, dari sekian banyak yang menetas terselip satu ekor yang berbeda dan hidup tanpa bulu sampai sekarang ini.

“Pertama menetas, sebelumnya lahir dua ekor. Namun karena cuaca, hidup dan besar satu saja sampai sekarang ini,” sebut Fauzan Kemaren Sabtu (30/06/2018)

Fauzan sebagai pemilik ayam sangat heran melihat dari salah satu anak ayamnya menetas tanpa bulu. Padahal, ayam yang dipeliharanya itu tidak ada penanganan khusus ataupun dicampur dengan bibit ayam jenis lain.

“Tidak ada, sama dengan ayam pada biasanya. Hanya saja, setelah ada yang menetas tanpa bulu, sedikit ada penanganan khusus tapi sama dengan yang lain,” terangnya.

Saat ini Fauzan sebagai pemilik memberi nama ayam dengan sebutan Sibule, karena bentuk yang berbeda dan tidak ada bulu, jadi diberi nama Bule.

“Sibule kalau saya menamakannya. Karena bentuknya yang unik tanpa baju atau bulu. Jadi pas saja, namanya itu,” ulasnya.

Fauzan menambahkan, untuk terkait kendala saat ini belum ada, namun untuk saat ini kandangnya dengan yang lain dibuat terpisah.

“Karena sebelum dibikinkan kandang terpisah memang sering berkelahi dengan ayam lain. Apalagi pengaruh cuaca, jadi dibuatkan kandang terpisah dengan ukuran satu meter, dengan agak tertutup supaya panas,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Fauzan masih penasaran dengan ayam tersebut. Sebagai pemilik dirinya tidak tahu pasti apa penyebab ayamnya menetas dengan kondisi seperti itu.

“Sampai sekarang saya masih menyelidiki. Karena memang sejak saya memelihara ayam, belum ada yang menetas dengan kondisi ini,” ucapnya.

Lanjutnya, jika ada yang berminat dan tertarik untuk memiliki ayam perliharaan tersebut. Dirinya mengaku belum ada niat untuk menjualnya karena bentuknya yang unik, dia akan mengembang biakkan menjadi lebih banyak meski berjenis kelamin jantan.

“Rencana akan saya kembangkan, dari bibit unggul Bangkok lainnya. Supaya bisa menghasilkan ayam kampung yang banyak diminati. (Rega Desfinal)