Soal Galian C, Bupati Hendrajoni Serap Aspirasi Masyarakat Nagari Tambang

44

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni melakukan diskusi dan pertemuan dengan masyarakat Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (24/7/2018).

Dalam kesempatan itu Bupati Pesisir Selatan bertatap muka langsung dengan masyarakat, untuk mendengarkan keinginan warga terkait keberadaan tambang Galian C di wilayah tersebut.

“Saya ingin mendengar langsung dari masyarakat, apa keinginan mereka. Agar nanti tidak ada lagi permasalahan yang timbul ” lanjut Hendrajoni.

Setelah melakukan diskusi dengan masyarakat dan pemilik tambang, serta pemerintah Kabupaten, akhirnya disepakati bahwasanya galian C dapat melakukan aktvitas kembali dengan sejumlah persyaratan dan harus sesuai dengan aturan.

Sejumlah persyaratan yang diajukan juga disepakati oleh pengusaha tambang diantaranya yakni memperbaiki saluran air dan irigasi yang berada di sekitar tambang, agar tetap memberikan pasokan air kepada sawah masyarakat.

“Asal sesuai dengan aturan, dan tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat di sekitar lokasi galian C, masyarakat dan pemerintah sepakat aktvitas penambangan dilanjutkan,” jar Bupati.

Hendrajoni menambahkan, hal ini juga terkait dengan sejumlah proyek di Pesisir Selatan yang mengambil material dari wilayah tersebut seperti jalan Mandeh, dan jalur 2 Painan, serta jalan Bunga pasang – Salido ketek, yang dekat dengan lokasi penambangan.

“Yang paling penting itu harus sesuai aturan dan ijin tambang. Jangan maunya mengambil hasilnya saja, tapi tidak memperhatikan dampaknya bagi masyarakat sekitar,” tegas Bupati.

Sementara itu sejumlah tokoh masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut menyambut baik, solusi yang disampaikan Bupati tersebut.

Selama ini, masyarakat mencemaskan irigasi sawah mereka yang akan rusak jika penambangan terus dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan disekitar.

“Kita sepakat jika pihak pengelola tambang bersedia memperbaiki dan menjaga irigasi sawah yang berada di sekitar lokasi tambang. Ini merupakan kepentingan bersama dan solusi yang kami butuhkan selama ini,” ujar Syafril salah seorang tokoh masyarakat di daerah itu.

Selain tokoh masyarakat, pemkab dan pemilik tambang, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pihak kepolisian dan TNI dari Polres Pessel dan Kodim 0311 Pesisir Selatan. (Rega Desfinal)