Susun Master Plan Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung Datangkan Ahli Pariwisata ITB

205

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Tim ahli dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (P2PAR ITB) Yani Andriani, memberikan masukan saat acara Penyusunan Master Plan Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung, di Imelda Hotel Waterpark Convention Center, Padang, Sumatera Barat.Sabtu malam (7/7/2018).

Sebelumnya pada Sabtu pagi, Yeni hadir pada kegiatan tersebut untuk memberikan pemaparan tentang Geopark, pada siang harinya, Yeni di antar oleh panitia untuk meninjau lansung ke lokasi Geopark Silokek untuk menyaksikan dari dekat apa saja yang harus di perhatikan dalam pengembangan geopark ini nantinya.

Hasil dari peninjauan ke lapangan ini lah kemudian disampaikan oleh Yeni kepada peserta pada Sabtu malam, di hadapan Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, AP.M.Si, Tim Geopark Ranah Minang dan Kepala OPD serta peserta lainnya, ia menyampaikan apa yang disaksikan nya dilapangan.

Pada kunjungannya kelapangan, Yeni sangat terkesan sekali dengan keindahan Geopark Silokek ini, “waaaaaww, ini potensi yang sangat luar biasa”, ucap Yeni saat menceritakan tentang peninjauan nya ke lapangan tersebut.

“Menurut saya dinding karsnya sangat luar biasa, tinggi sekali, sebelumnya saya belum pernah melihat setinggi ini”, ungkapnya.

“Cuma memang saya belum mendapatkan informasi keunggulan geologinya, itu mungkin jadi perhatian dari kita, yang harus pertama kali kita gali dan kita komunikasikan kemasyarakat tentang apa keunggulan geologi dari situ,” sambungnya.

Hal lain yang jadi perhatian menurut Yeni adalah “adanya Kelelawar yang besar dan Burung Enggang, itu semua adalah potensi yang kita kaitkan tentu dengan ekosistem kars yang ada di situ seperti apa”, katanya.

Serta yang harus kita perhatikan kata Yeni adalah, jangan sampai muncul bangunan bangunan permanen yang semakin banyak, ini nantinya akan mengganggu pemandangan dan lingkungan disekitarnya.

Sementara yang harus dipikirkan, bagaimana kita akan mengalokasikan satu tempat untuk para pedagang, warung atau satu tempat untuk mendapatkan informasi, “menurut saya untuk semua ini, bagaimana kalau dibuatkan bangunan yang sama atau seragam, misalnya bangunan khas yang ada di sijunjung ini” harap Yeni.

Askes jalan menuju lokasi rusak dan rawan longsor, penerangan utk malam hari, termasuk utk lighting ke karstnya, “diharapkan memperbaiki jalan terlebih dahulu, dan diusahakan memasang lampu agar pengunjung bisa menyaksikan kars tersebut walau hari malam,” harapnya

Adakan sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat setempat tentang apa itu Geopark, dengan demikian setiap wisatawan yang berkunjung akan merasa nyaman, apalagi melihat keramah-tamahan dari masyarakat setempat, sambung Yeni. andri kampai