Tingkatkan Ekonomi Petani, Pemkab Dharmasraya Gulirkan Program Minapadi

93

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Terobosan demi terobosan tak pernah absen dalam upaya membangun Dharmasraya. Di era kepemimpinan Bupati Sutan Riska dan Wabup Raja Medan, terobosan andalan untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan penerapan usaha minapadi, atau pemeliharaan ikan bersama padi dalam satuan hamparan yang sama. Minapadi ini diharapkan akan sedikit mengerek tingkat penghasilan petani cilik yang menjadi prioritas Bupati Sutan Riska dari PDI-P ini.

Pengembangan usaha minapadi ini memang cocok untuk dilakukan di Dharmsasraya. Paling tidak, itu lantaran daerah yang kerap disebut petrodolar itu memiliki sumber air sawah yang memadai. Kehadiran irigasi Batanghari yang mampu mengairi sawah hingga 18, 5 ribu hektar, bukan potensi yang kecil untuk diabaikan. Jika usaha minapadi di kawasan irigasi Batanghari bisa mencapai 1000 hektar saja, maka produksi ikan yang didapat bisa mencapai minimal Rp 1500 ton ikan ukuran konsumsi. Lumayan besar dalam kontribusinya memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Dharmasraya.

Belum lagi tambahan pendapatan yang bisa diraup oleh petani, tentu berlipat ganda. Nah, terobosan seperti ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan petani. Untuk itu, Bupati Sutan Riska minta, agar Dinas Pangan dan Perikanan dapat mengajak para petani mengusahakan minapadi di sawah masing masing, khususnya yang memiliki irigasi.

Menindaklanjuti permintaan Bupati termuda ini, Dinas Pangan dan Perikanan kini menjalin kerjasama dengan BBAT Jambi untuk melaksanakan pengembangan usaha minapadi. Menurut Plt. Kadis Pangan dan Perikanan Welfiadril melalui Kabid Perikanan Budi Waluyo, tahun ini pengembangan minapadi akan dilaksanakan di Jorong Bukit Mindawa, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung. Luas pengembangan minapadi tahun ini 10 hektar yang akan melibatkan sedikitnya 25 petani.

Dalam program tersebut, pemerintah menyediakan sarana produksi, bahkan termasuk pembuatan konstruksi sawah. Bibit yang digunakan adalah jenis nila. Itu lantaran ikan nila mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dengan demikian diharapkan keberhasilan petani akan makin besar kemungkinannya. Target produksi 15 ton untuk memenuhi kebutuhan ikan lokal Kabupaten Dharmasrsya. rilis