Wagub Nasrul Abit: Koperasi Mesti Mampu Bersaing di Era Digital

42

JURNAL SUMBAR | Padang – Koperasi merupakan salah satu kekuatan perekonomian masyarakat di Sumatera Barat. Dalam koperasi hidup pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang pada masa resesi moneter mampu bertahan . Ini membuktikan koperasi menjadi bahagian penting dalam memajukan perekonomian masyarakat.

Ini juga dibuktikan dengan hasil pendataan 2017 koperasi aktif sebesar 77 persen mengalami peningkatan dibandingan tahun 2016 yang hanya 71 persen. Volume Usaha Koperasi 4,7 Miliar, mengalami peningkatan pada tahun 2017 menjadi 5,2 Miliar lebih. Dan permodalan koperasi pada modal sendiri tahun 2016 2,1 Miliar dan meningkatb pada tahun 2017 2.5 Miliar lebih.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat membuka Seminar Perkoperasian dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Padang, Selasa ( 24/7/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah ( Dekopinwil), Kepala Dinas Koperasi se Sumatera Barat, Kpada OPD dilingkungan pemprov Sumatera Barat, Ketua Dekopinda kabupaten/ko, Pengurus dan Pengawasan Koperasi serta pengerak dan insan koperasi se Sumatera Barat.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, perkembangan teknologi diera digital ini koperasi diharapkan mampu bersaing baik dalam bentuk pelayanan maupun dengan inovasi pemanfaatan teknologi infomarsi dengan sistem online. Ada tiga syarat utama agar mampu bersaing yakni kecepatan, bekerja fokus dan efesien yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Gerakkan koperasi mesti lebih cepat merespon perkembangan teknologi, mengingat dunia sudah semakin terbuka karena dengan teknologi memungkinkan pelaku usaha bergerak lintas wilayah dengan cepat.

Untuk itu langkah-langkah konkrit yang perlu menjadi perhatian antara lain, pertama melakukan terobosan-terobosan dan invasi baik dalam pengembangan usaha maupun dengan kesiapan sumber daya manusia pengelola dan kesadaran dari anggota untuk berpatisipasi dalam pengembangan koperasi.

Kedua Pengurus dan pengawas mharus mempunyai komitmen untuk maju dan mengelola usaha baik secara efektif dan efesien sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Ketiga bangun kerjasama antara pengurus koperasi dengan gerakan koperasi dan badan usaha lainnya agar lebih ditingkatkan baik dalam bidang permodalan, pemasaran maupun peningkatan SDM Koperasi .

Dan keempat pengurus dan pengawasan serta pengelola koperasi senantiasa meningkatkan kompetensi diri sebagai modal dasar mengelola koperasi dan kemampuan memberikan pelayanan kepada anggota sekaligus meningkatkan daya saing, himbau Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menyampaikan, saat ini Sumbar memiliki 3 daerah tertinggal ( Pasaman Barat, Solok Selatan dan Mentawai) dan 51 nagari tertinggal. Kita berharap gerakkan koperasi dapat membantu mendongkrak daerah tertinggal tersebut menjadi tumbuh dalam perekonomian yang sehat didaerah tersebut.

Walaupun kita tahu di nagari ada Badan Usaha Milik Nagari ( BUMNag) sebagai upaya mengerakan potensi daerah dalam meningkatkan keuangan nagari sekaligus meningkatkan pertumbuhan sebuah nagari, diharapkan juga koperasi juga dapat ambil bagian dan berperan dalam dinamika tersebut.

Kita berkeyakinan walaupun ada syarat standar daerah sebuah daerah teringgal bisa lepas dari daerah tertinggal , kemajuan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat juga akan mendorong nagari bisa lebih produktif dan maju, semangat Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Kepala Dinas Ir.Zirma Yusri dalam kesempatan itu juga menyampaikan, Seminar Perkoperasi ini bahagian dari peringatan HUT Koperasi ke-71 di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Seminar ini juga bertujuan untuk meningkatkann perhatian dan kepedulian mulai dari tingkat nagari, kecamatan, kab/ko dan provinsi untuk mengembangkan koperasi di Sumatera Barat.

Peserta berjumlah lebih kurang 160 orang yang terdiri dari pemerhati koperasi, stake holder, Dinas ?OPD teknis terkait, Dekopinwil / da se Sumatera Barat serta lembaga gerakan koperasi. rilis