BNN Sawahlunto Bekuk 5 Tersangka Narkoba di Tempat Hiburan

348

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Luar biasa. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berhasil membekuk lima pelaku penyalahgunaan narkoba. Tersangka itu dibekuk sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat (31/8/2018) dini hari.

Kelima pelaku dibekuk saat razia yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto di sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Muara Kalaban, Sawahlunto.

Kepala BNN Kota Sawahlunto Guspriadi mengatakan saat razia di tempat hiburan pihaknya langsung melakukan test urine di room karaoke masing-masing.

Di tempat hiburan tersebut 11 orang dilakukan test urine, hasil test urine ditemukan 4 pengunjung laki-laki positif ekstasi dan 1 orang perempuan pemandu karaoke postitif sabu dan inex dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima tersangka di Cafe Ali Baba, semuanya dalam satu ruangan karaoke dengan inisial M (44), N (32), R (29), ADF (30), S (28)

“Hasil test urine membuktikan 5 orang postitif pengguna penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan inex” katanya di Kantor BNN Kota Sawahlunto, saat press release, Jumat 31 Agustus 2018.

Guspriadi melanjutkan setelah diketahui positif narkoba, pihaknya melakukan penggeledahan badan ditemukan inex didalam dompet gantungan kunci mobil di saku celana depan tersangka M.

Selanjutnya di mobil milik M, saat penggeledahan ditemukan barang bukti sabu seberat 0,68 gram, 1 butir inex, jarum dan kaca pirek, plastik sabu bekas pakai yang dibungkus dalam bungkus rokok dan uang sebesar Rp8,8 juta dipintu mobil depan sebelah kanan.

“Mobilnya merk Fortuner bernopol BA 518 A juga kami sita,” tambahnya.

Razia yang dilakukan oleh BNN Kota Sawahlunto merupakan razia rutin yang dilakukan untuk terciptanya Sawahlunto bersih dari narkoba. Guspriadi menghimbau kepada pemilik tempat hiburan untuk menghindari hal-hal yang seperti ini.

Cafe Ali Baba ini setiap dilakukan razia ada saja yang ditangkap, tidak terhitung berapa kalinya, untuk itu dihimbau pemilik tempat hiburan agar menghindari hal-hal yang seperti ini.

Saat ini kelima tersangka ditahan di Kantor BNN Kota Sawahlunto untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini masih dalam pengembangan, belum ada yang ditetapkan sebagai pengedar,” jelasnya.

“Nanti bagaimana perkembangannya akan dikabari lagi,” sambungnya. saptarius/rilis