Etalase Pemasaran Ikan Kembali Diaktifkan di Pasar Ternak Gunung Medan

66

JURNAL SUMBAR | Dharmadraya – Dalam rangka memfasilitasi para pelaku usaha perikanan, Dinas Pangan dan Perikanan melalui Bidang Perikanan akan mengaktifkan kembali etalase pemasaran ikan yang berpusat di Pasar Ternak Gunung Medan. Langkah tersebut dimaksudkan agar para pelaku usaha perikanan dapat memasarkan produk yang dihasilkan dengan mudah dan harga yang pantas menurut harga pasar yang berlaku, sekaligus memberi kemudahan agar warga Dharmasraya dapat mengkonsumsi ikan dan olahan perikanan khas produksi Dharmasraya sendiri.

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Welfiadril melalui Kabid Perikanan Budi Waluyo di ruang kerjanya hari ini (28/8/18) menjelaskan, sesuai dengan kebijakan Bupati Sutan Riska, bahwa untuk memanfaatkan potensi perikanan Kabupaten Dharmasraya, para pelaku usaha perikanan harus didorong dan digerakkan untuk membudidayakan ikan. Dengan begitu produksi perikanan Kabupaten Dharmasraya bisa terus meningkat.

Sejalan dengan itu, lanjut Jebolan Sekolah Tinggi Penyuluhan Perikanan Bogor ini, menjelaskan peningkatan produksi perikanan harus dibarengi dengan upaya bagaimana bisa memasarkan produksi, sehingga pelaku usaha budidaya ikan bisa beroleh keuntungan maksimum. “Jangan sampai hasil produksi perikanan kita tidak terjual dan pembudidaya ikan menjadi rugi,” imbuh mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Dharmasraya ini.

Lebih jauh dikatakan, etalase penjualan hasil perikanan ini diharapkan juga dapat berperan mendistribusikan hasil produksi perikanan kepada konsumen secara merata. “Di etalase penjualan produksi perikanan tidak saja merupakan usaha menjual produksi perikanan, tetapi juga membangun budaya mengkonsumsi ikan secara higienis, bernilai gizi dan sehat di tengah rakyat Dharmasraya,” imbuhnya.

Untuk menghidupkan kembali etalase penjualan produksi perikanan ini, Budi bersama kawan kawan kini tengah menyiapkan berbagai langkah, antara lain menghimpun kembali fasilitas pemasaran yang pernah dirintisnya saat menjabat sebagai Kabid Bina Usaha Disnakkan empat tahun silam. Kemudian merancang kembali satuan tugas (Satgas) yang akan bergerak melakukan penanganan pascapanen dan pendistribusian ikan segar dan olahannya untuk konsumsi dan langkah langkah strategis lainnya.

Etalase penjualan produksi perikanan itu akan melayani pembelian ikan segar, ikan olahan dan bahan pangan lainnya kepada konsumen. Konsumen bisa langsung pesan kepada pengelola dengan cara telepon atau dengan memanfaatkan media sosial. “Insyaalah nanti akan dicanangkan langsung oleh Pak Bupati,” kata Budi.