Jelang Munas, Peserta Forum Bumdes Indonesia Hampir 3.000 Peserta

122

JURNAL SUMBAR | Padang – Kejutan luar biasa dirasakan panitia Munas Forum Bumdes Indonesia, di Padang. Hajatan nasional yang semula dirancanakan diikuti 500 peserta, ternyata hingga sepekan sebelum jadwal, sudah terdaftar hampir 3.000 peserta.

“Kami dikepanitiaan tidak menduga sama sekali,” kata Ketua Forum Bumdes Indonesia Sumbar F. Ferdyan Datuk Dinagari, usai rapat koordinasi panitia di ruangan rapat Fakultas Perhotelan dan Pariwisata (FPP) UNP Air Tawar Padang, kemarin.

Ia menyebutkan, antusiasme peserta untuk hadir, terungkap saat rapat koordinasi yang langsung dipimpin Rektor UNP Prof Ganefri. Kehadiran peserta tersebut, sebahagian besar untuk pembukaan, sedangkan untuk peserta Munas, tetap 500 orang karena terdiri dari pengelola Bumdes, pelaku bisnis serta praktisi dan pejabat pemerintahan.

F. Ferdyan menyebutkan, antusias besar ditunjukkan wali nagari dan kepala desa. Mereka ingin melihat secara langsung, sekaligus mengetahui secara utuh keberadaan Bumnag atau Bumdes, kemudian mendapatkan langsung informasi dan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah.

Di sisi lain, ia memperkirakan, angka itu akan terus bertambah seiring mendekati hari pelaksanaan, “nilai positifnya, antusiasme ini menjadi pembuktian dari dampak menggeliatnya ekonomi masyarakat pedesaan yang menjadi bukti keberhasilan Bumdes dalam tata kelola baik keuangan maupun manajemennya.

Ketua Panitia Munas Forum Bundes Indonesia Dra Ernawati, M.Pd., Ph.D menyebutkan, semaki dekat pelaksanaan kegiatan, tingkat kesibukan dan konsentrasi semakin tinggi. Konsentrasi diberikan sejak peserta mendarat di Bandara Internasional Minangkabau hingga kembali ke daerahnya.

Direncanakan rombongan peserta sudah ada yang mendarat Minggu (26/8) pagi. Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo beserta rombongan akan tiba di BIM, Senin (27/8), pagi.

Ketua Forum Bumdes Indonesia H. Febby Datuk Bangso menyebutkan, perhatian orang kepada Bumdes sudah semakin jelas. Terbukti bahwa Bumdes memberikan harapan baru terhadap perbaikan ekonomi di desa.

Tokoh muda asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini menyebutkan, jika kekuatan ekonomi sudah menjalar ke desa, kesejahteraan masyarakat di desa sudah semakin baik, dengan sendirinya akan turut memperkuat ekonomi bangsa. (rilis/dyko)