Kadis PMD Sumbar Minta Pendamping Desa Tidak Sebar Berita Hoaxs

406

JURNAL SUMBAR | Padang – PLD jangan sebarkan berita hoaxs. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Syafrizal, MM ketika membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) Program Pemberdayaan dan Pengawasan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sumatera Barat, Kamis malam, 23 Agustus 2018 di Hotel Axana Padang.

Lebih lanjut Kadis PMD mengatakan, PLD termasuk penyelenggara Negara karena digaji dengan uang Negara. “Untuk itu, PLD harus ikut mendukung kebijakan dan program pemerintahan, termasuk jangan ikut menyebarkan berita HOAX yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi menjelang tahun politik ini,” tegas Syafrizal.

Mantan wakil Bupati Pesisir Selatan ini juga mengatakan, penggunaan Dana Desa dari tahun 2015 sampai 2018 sangat luar biasa jumlahnya, dan juga manfaatnya sangat besar sekali bagi masyarakat. “Hal ini tentu tidak terlepas dari peran PLD, karena PLD merupakan ujung tombak pelaksanaan Dana Desa ini, salah satunya adalah Inovasi Desa,” ujarnya.

Mantan Pj. Bupati Dharmasraya ini sangat berterima kasih kepada PLD, karena atas kerja keras PLD yang tanpa pamrih bekerja di Nagari/Desa sekalipun dengan gaji yang sangat kecil, dan kerja keras PLD ini tetap diharapkan dalam mendampingi pembangunan di Nagari/Desa. “Diharapkan juga kepada Kepala Daerah untuk menganggarkan kesejahteraan PLD melalui APBD daerah masing-masing,” demikian Kadis PMD menutup arahannya.

Sebelumnya Ketua Panitia Azwar, SE, MSi yang juga Kepala Bidang Pemerintahan Desa/Nagari DPMD Sumbar menyampaikan, pelatihan ini dilaksanakan dua angkatan, dimana angkatan I dari tanggal 22 sampai 26 Agustus 2018 dan angkatan II 26 sampai 29 Agustus 2018, dengan jumlah peserta 288 orang, dan masing-masing angkatan 144 orang, terdiri dari PLD kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota, Padang Pariaman, Agam, Sijunjung, dan Solok.

Narasumber dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pakar dari Perguruan Tinggi, dan juga Tim Pelatih dari Tenaga Ahli (TA) dan KPW II Provinsi Sumatera Barat.

“Peserta diinapkan di Hotel Axana Padang, biaya kegiatan ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2018,” demikian Azwar menutup laporannya. (Akral)