Kelas Internasional, Rektor UNP Perkenalkan Mahasiswa SEA-Teacher dan SEA TVET

58

JURNAL SUMBAR | Padang – Sebanyak 10 Mahasiswa program SEA-Teacher asal Thailand dan Philipina yang ada di Universitas Negeri Padang, Senin (6/8) turut diperkenalkan kepada 3.133 orang Mahasiswa Baru (Maba) yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) jalur Mandiri di Auditorium UNP, Senin (6/8).

“Mumpung mereka ada kita perkenalkan juga kepada mahasiswa baru dan dapat juga menjadi motivasi mahasiswa baru untuk mengikuti program SEA Teacher melalui 15 Prodi Kelas Internasional yang ada saat ini, ” ujar Rektor UNP, Prof Ganefri, Selasa (7/8) diruang kerjanya.

Dihadapan mahasiswa jenjang S1 dan D4, yang terdiri dari FIP sebanyak 614 orang, FT (229) FIK (393) FE (338), FMIPA (443), FIS (447), FBS (431) dan FPP sebanyak 238 orang serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas selingkungan UNP, Rektor Ganefri memperpenalkan mereka satu persatu yakni Arissara Saengngern, Piyada Kaewkanlaya, Kathy R Pepito, Rubelyn Macaraig, Elton John S Catugas, Cesar B Domdom, John Paul B Cabasag, Jafet Issachar R Junio dan mahasiswa program SEA TVET yakni Luisito Capage dan Rufo Deopita.

Seperti diketahui SEA-Teacher Project atau juga biasa disebut dengan Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia, adalah sebuah program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari universitas yang ada di Asia Tenggara untuk memiliki pengalaman praktikum mengajar di sekolah-sekolah di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Program SEA-Teacher Project ini diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 yang melibatkan negara di Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di negara-negara anggota.

Terdapat sebelas negara anggota SEAMEO yang bekerja sama dalam program ini. Salah satu tujuan besarnya yakni bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan merevitalisasi pendidikan guru dan terus membangun dan memperkuat kapasitas guru di wilayah negara asal.

“Pertukaran mahasiswa ini rencananya akan mencakup bidang bahasa Inggris dan sains (fisika,biologi, kimia, dan matematika). Namun, kesempatan juga terbuka untuk disiplin ilmu pendidikan dan sosial,” terang Rektor Ganefri

Selanjutnya Ganefri juga menyampaikan, durasi pelaksanaan program ini adalah selama satu bulan dan berdasarkan mekanisme cost sharing basis artinya biaya selama tinggal di negara tujuan adalah hasil mekanisme universitas penyelenggara dan peserta. Peran dan tanggung jawab mahasiswa yakni ditugaskan untuk mengamati dan menyelenggarakan proses pembelajaran selama di negara tujuan.

Universitas yang mengirimkan delegasinya harus bersedia ditempatkan mahasiswa yang nantinya akan datang dari luar negeri untuk belajar mengajar. Salah satu tugas universitas tuan rumah adalah menyediakan tempat tinggal dan menjadi mentor untuk mengawasi serta memantau mahasiswa selama periode praktikum mengajar.

Tujuan dari program ini adalah untuk mengaktifkan mahasiswa calon guru untuk terampil dalam belajar dan membelajarkan, khususnya pada kompetensi pedagogi. Selanjutnya, peserta juga diarahkan untuk terlatih dalam kemampuan berbahasa Inggris. Ini semua tidak terlepas dari tujuan untuk menyampaikan pemahaman yang lebih luas mengenai pandangan regional dan dunia. (Humas UNP/Agusmardi)