Kembangkan Silokek Jadi Geopark Nasional, Pemkab Sijunjung Rakor dengan BSN

74

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pemerintah Kabupaten Sijunjung gelar rapat koordinasi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka pengembangan Geopark Silokek yang akan diusulkan sebagai Kawasan Geopark Nasional.

Rapat yang diadakan di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Rabu (15/8/2018) ini, dihadiri oleh Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Wakil Bupati, Arrival Boy, Sekretaris Daerah, Zefnihan, AP. M.Si, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian di Lingkup Sekretariat Daerah, Camat dan Walinagari se Kabupaten Sijunjung.

Sedangkan dari BSN dihadiri oleh Deputi Kepala Badan Standardisasi Nasional Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi, I Nyoman Supriyatna, Kepala Pusat Kerjasama Standardisasi, Konny Sagala dan Kepala Pusat Pendidikan dan Permasyarakatan Standardisasi, M. Wibowo S

Pada kesempatan itu Bupati, Yuswir Arifin tidak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada BSN yang telah bersedia hadir di Kabupaten Sijunjung Ranah Lansek Manih sebagai realisasi awal dari MoU yang telah ditandatangani minggu yang lalu.

“Melalui kerjasama ini, kami berharap nantinya BSN dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam proses pengembangan Geopark Silokek, yang akan diusulkan sebagai Kawasan Geopark Nasional. Hal ini juga telah didukung oleh beberapa Universitas Negeri seperti, ITB, Unand dan UNP melalui mekanisme kerjasama,” ungkapnya.

Dalam Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati yang dijabarkan melalui RPJMD Kabupaten Sijunjung, termasuk didalamnya adalah penguatan ekonomi masyarakat, maka salah satu langkah mewujudkannya adalah dengan meningkatkan keterampilan sumber daya masyarakat nagari. Contohnya melalui menenun dan ekonomi kreatif lainnya seperti kuliner, pembuatan cenderamata, sehingga disamping membantu ekonomi keluarga juga secara lansung menunjang eksistensi destinasi wisata industri di Kabupaten Sijunjung, tambahnya.

Dikesempatan itu juga Bupati, Yuswir Arifin juga mengenalkan Gedung Sentra Industri yang ada di Sijunjung, yaitu Sentra tenun unggan dan Produk teh herbal yang ada di Nagari Latang, “produk unggulan yang harus kita intervensi bersama dengan BSN, termasuk produk unggulan lainnya seperti rendang daun singkong (Rendang Cuk Bi), peci dari bahan tenun dan deversifikasi produk tenun lainnya,” sambungnya.

Deputi Kepala Badan Standardisasi Nasional Bidang Penelitian dan Kerjasama Standardisasi, I Nyoman Supriyatna dalam sambutannya tidak lupa mengenalkan lebih lanjut tentang apa itu BSN, serta menyatakan kesiapan untuk membantu Pemerintah Kabupaten Sijunjung.

“BSN siap membantu dan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan dalam pembinaan dan pengembangan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di Kabupaten Sijunjung, serta dapat memberikan Narasumber yang dibutuhkan dan materi bimbingan lainnya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Pusat Kerjasama Standardisasi, Konny Sagala dikesempatan itu menyampaikan materi tentang pengantar sistem penerapan standardisasi dan SNI ISO 9001, Sistim manajemen mutu. Kepala Pusat Pendidikan dan Permasyarakatan Standardisasi-BSN, M.Wibowo S menyampaikan tentang penerapan sistem mutu bagi UMKM dalam meningkatkan kualitas produk. Andri Kampai