Kemendagri Percepat Layanan Dokumen Kependudukan

41

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dipimpinnya adalah poros utama pemerintahan. Sebagai poros pemerintahan, Kemendagri  terus membenahi layanan pada masyarakat. Terutama layanan di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Layanan ini antara lain mencakup pelayanan penerbitan akta kelahiran online. Diharapkan dengan layanan akta online, masyarakat dapat membuat akta kelahiran dari rumah. Jadi tidak perlu lagi datang ke dinas dukcapil.

“Dokumen akta dicetak dari rumah pemohon. Saya meyakini bahwa akta kelahiran online akan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan akta kelahiran,” kata Tjahjo di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Melampaui 1000 Lembaga Pengguna Data Kependudukan dirangkai dengan Pencanangan Kedaulatan Data Kependudukan di Balai Sudirman
di Jakarta, Rabu (15/8)

Tidak hanya layanan online akta kependudukan kata Tjahjo, pihaknya juga berusaha keras agat perekaman dan pencetakan KTP el bisa cepat waktu. Dan telah dicanangkan perekaman dan pencetakan KTP el hanya dalam waktu 1 satu jam saja. Tentu bukan perkara mudah. Karena ini terkait dengan ketersediaan jaringan listrik dan komputer. Tapi Tjahjo optimistis hal itu bisa diwujudkan.  Terkait ketersediaan blanko KTP el, Tjahjo memastikan ketersediaan blangko KTP-el sangat tercukupi.

“Sehingga seluruh kalangan tidak perlu khawatir kehabisan blangko. Apabila ada dinas dukcapil yang kehabisan blangko agar segera menghubungi pemerintah pusat yakni Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri,” katanya.

Menurut Tjahjo, penyederhanaan prosedur memberikan kemudahan bagi penduduk. Jadi sekarang warga yang ingin membuat KTP el cukup datang ke tempat layanan dengan menunjukkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) tanpa perlu surat pengantar dari RT/RW dan kelurahan ataupun kecamatan. Selain itu, pengurusan untuk semua dokumen kependudukan mulai dari KK, KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak, dan lain-lain semuanya gratis.

“Kami juga terus melakukan layanan inovasi jemput bola dalam menuntaskan perekaman KTP el misalnya Ditjen Dukcapil telah melakukan jemput bola perekaman KTP el di kantor-kantor, sekolah, Suku Badui Banten, lembaga pemasyarakatan, dan sebagainya,” kata Tjahjo.

Kepada para para lembaga pengguna  yang baru saja menandatangani perjanjian kerjasama, Tjahjo mengharapkan jangan hanya mengejar serimonial saja. Namun betul-betul implementatif di tataran operasional.  Sehingga data kependudukan yang dimiliki oleh Kemendagri ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP el akan dapat kehilangan hak pilihnya pada pileg dan Pilpres tahun 2019,” kata dia.

Karena itu, masyarakat kata Tjahjo harus pro aktif melakukan perekaman. Apabila masyarakat tidak segera melakukan perekaman sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 maka data kependudukannya akan diblokir. Data kependudukan masyarakat akan diaktifkan kembali apabila yang bersangkutan melakukan perekaman.

Puspen Kemendagri
www.kemendagri.go.id