Kemendes PDTT Dukung Penuh Agroeduwisata Kebun Buah di Geragai

93

JURNAL SUMBAR | Jambi – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PK Trans) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengembangkan agroeduwisata berbasis kebun buah yang berlokasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pengembangan kawasan agroeduwisata ini mulai dilakukan pada tahun 2015 dengan pengembangan area tanaman buah seluas 30 hektar.

“Pada tahun 2016, area kebun buah diperluas kembali menjadi 50 hektar dengan empat jenis tanaman buah yang dikembangkan, meliputi durian, kelengkeng, jeruk, dan buah naga,” tutur Direktur Jenderal PKTrans, M. Nurdin, mewakili Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 di KTM Geragai, Jambi, Rabu (29/8).

Pengembangan kawasan agroeduwisata kebun buah di KTM Geragai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Gerakan Revolusi Oranye, yakni sebuah kampanye dalam pengembangan buah nusantara secara revolusioner dalam skala orchard. Revolusi tersebut sedang digalakkan oleh Pemerintah.

“Visi dari pembangunan kawasan Agroeduwisata di KTM Geragai ini yakni menjadi andalan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” sambung M. Nurdin.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, yakni mengembangkan Kebun Buah Geragai dengan aktivitas yang berfungsi pendidikan dan pariwisata, melakukan diversifikasi produk Kebun Buah Geragai bukan hanya menghasilkan produk fisik berupa buah-buahan melainkan juga produk jasa berupa layanan edukasi dan pariwisata bagi masyarakat, melakukan riset dan pengembangan produk maupun layanan yang memiliki fungsi edukasi dan pariwisata bagi masyarakat, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas komersialisasi produk Kebun Buah Geragai dengan layanan pendidikan dan pariwisata.

“Target pengembangan kawasan agroeduwisata Kebun Buah Geragai adalah terbangunnya kebun buah dengan produktivitas dan kualitas komersial, pengembangan diversifikasi produk hasil kebun buah Geragai, berkembangnya layanan edukasi dan pariwisata bagi masyarakat, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di bidang hortikultura,” ungkap Nurdin.

Ke depan, kawasan agroeduwisata akan dikembangkan menjadi lima zona, yaitu zona perkebunan, zona nursery edukasi, zona peternakan, zona kompos dan pestisida dan zona reservoir. Pengembangan kawasan ini juga terus mendapatkan dukungan dari Kemendes PDTT.

“Di tahun 2018 ini, kami sudah menyalurkan bantuan sarana prasarana sebesar Rp 2,8 Miliar, pengembangan usaha transmigrasi Rp 869,4 juta, dan kegiatan sosial budaya sebesar Rp 50 juta. Sedangkan pada 2013 sampai 2016 lalu bantuan yang tersalurkan Rp 23,3 Miliar. Sehingga total hingga saat ini mencapai Rp 26,8 Miliar,” lanjut Nurdin.

Upaya pengembangan kawasan agroeduwisata kebun buah di KTM Geragai diharapkan juga dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah KTM Geragai atau yang dikenal dengan kawasan hinterland. Target pengembangan penanaman komoditi buah-buahan pada area masyarakat mencapai 750 hektar.(*)