Munas FBI di UNP, Kemendes PDTT Mendayagunakan BUMNag Se-Sumbar

154

JURNAL SUMBAR | Padang – Salah satu program prioritas Kementerian Desa PDTT adalah Badan Usaha Milik Desa/Nagari. Senin (27/8) Universitas Negeri Padang (UNP) yang ditunjuk sebagai ‘tuan rumah’ penyelenggaran Musyawarah Nasional (Munas) Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se Indonesia menjadi berkah tersendiri.

Betapa tidak, Munas yang akan dihadiri oleh perwakilan BUMDes se indonesia serta para walinagari se Sumatera barat ini menjadi momen bagi UNP untuk semakin bersinergi dengan masyarakat terutama di daerah dan bisa turut serta membangun nagari.

“Terima kasih menunjuk Sumatera barat sebagai tuan rumah sebagai munas BUMDes. Kita Berharap momen ini sebagai awal kebangkitan nagari kembali, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari desa (nagari). Karena kita juga tergabung dalam Pertides (Perguruan Tinggi untuk Desa). Jadi dalam program -program itu sebenarnya banyak program pembangunan nagari juga sejalan dengan program universitas,” ungkap Rektor UNP Prof. Ganefri, saat memberikan sambutan pada pembukaan Munas Forum BUMDes, Senin (27/8) di Auditoirum UNP.

Menurut Ganefri, mayoritas masyarakat miskin ada di desa. Ditunjuknya Sumbar sebagai tuan rumah bisa dimanfaatkan sebagai momen kebangkitan. Sebab, seluruh wali nagari di undang.

“Harus dijadikan sebagai momen membangkitkan nagari sebagai sumber pemberdayaan masyarakat. Kalau diadakan ditempat lain, nggak bisa kita undang wali nagri,” ujar Ganefri, melanjutkan.

Disampaikan Ganefri, dana desa awalnya dimanfaatkan untuk infrastruktur. Sejak Eko Putro Sandjojo menjabat Mendesa PDTT yang memiliki jiwa enterpreneur, dana desa ini sebagian bisa dimanfaatkan, dioptimalkan pengembangan ekonomi umat di nagari.

“Dan di Sumbar, ini kita kenal sejak zaman Bung Hatta bahwa ekonomi kerakyatan muncul di Sumbar yang dicetuskan oleh Bung Hatta, dan kami yakin konsep yang dikembangkan itu, dari rakyat , oleh rakyat, untuk rakyat,maka itu dari desa, oleh desa, untuk desa (nagari),” ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, tugas perguruan tinggi itu ada tiga, pertama, melaksanakan pendidikan pengajaran, kedua melaksanakan penelitian dan pengembangan dan melaksanakan pengabdian masyarakat.

Masih kata Ganefri, makna dari pengabdian masyarakat esensinya adalah, bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi bisa diimplementasikan, diterapkan di masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas masyarakat.

“Dan itu wajib hukumnya bagi akademisi perguruan tinggi. Oleh sebab itu dengan adanya Munas Forum Bumdes Indonesia ini momen juga bagi kami untuk ikut berpartisipasi karena UNP pada 2019 akan menurunkan 9.000 mahasiswa setiap tahun ke desa. UNP akan menurunkan dalam bentuk KKN tematik,” jelasnya.

Ia menyampaikan, nagari binaan UNP sebanyak 27 di setiap kabupaten/kota di Sumbar, dengan anggarakab Rp8-9 miliar per tahun, “Jadi itu akan digilir, konsep ya akan kita kembangkan ini diharapkan bisa menyentuh semua nagari di Sumbar,” ucap Ganefri.

Ganefri mengakhiri, pihaknya mengapresiasi Staf Khusus Mendesa PDTT, H. Febby Datuak Bangso. “Acara ini juga tidak terlepas dari beliau dan itu patut diapresiasi, kalau tidak ada beliau mungkin ini tidak ada, peran beliau sangat besar,” ungkap Ganefri.

Pada Munas Forum Bumdes Indonesia diikuti sekitar 3.000 peserta. Dari Sumbar dan mengundang hadir 1.000 wali nagari dan 1.500 mahasiswa UNP, selebihnya peserta dari daerah lain.

Selain Rektor UNP, turut memberikan sambutan adalah Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar BUMDes, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, dan Mendes PDTT yang diwakili Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Taufik Madjid selain memberikan sambutan secara resmi membuka Munas Forum BUMDes Tahun 2018. Sebelumnya laporan panitia pelaksana disampaikan Dr Ernawati, Dekan FPP UNP.

Usai acara pembukaan rombongan Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Taufik Madjid didampingi Rektor UNP, Prof Ganefri mengunjungi stand UKM di halaman Auditorium UNP. (Humas UNP/Agusmardi)