Perhari, 300 Ton BAB Warga Sumbar Dibuang Sembarangan

78

JURNAL SUMBAR | Padang – Tinja buang air besar (BAB) sembarangan yang dilakukan warga Sumatera Barat, dalam sehari mencapai 300 ton. Artinya, Sumbar dalam kritis BAB Sembarangan.

Setidaknya hal itu disampaikan Juwendra Asdiansyah Pemimpin Redaksi Dua Jurai, Lampung selaku pemateri dalam Workshop Orientasi Media se-Sumatera Barat di Pangeran Beach Hotel Padang, pada Rabu (15/8/2018).

Analisa Juwendra cukup berdasar, karena ada 1,1 juta warga BAB sembarangan. “Satu warga diperkirakan BAB seberat 250 gram. Jika dikali 1,1juta warga, maka total BAB dalam sehari mencapai 300 ton,” ucap Juwendra.

Disebutkanya, selama ini jarang wartawan menulis soal sanitasi, apalagi yang menyangkut yang kotor-kotor. “Selama ini jarang wartawan buat berita sanitasi, apalagi menyangkut “cirik” ,” ucap Putra Asli Pesisir Selatan, Sumbar itu.

“Kenapa liputan sanitasi di media minim, kalaupun ada itu pendek, sediki, jarang dan tidak mendalam. Begitu juga sajiannya tak menarik dibaca, makanya pemangku kebijakan redaksi wartawan tidak menganggap isu sanitasi cukup penting karena dinilai tidak penting,” ucap mantan Ketua AJI Lampung itu.

Disebutkan Juwendra Asdiansyah, menarik soal BAB Sembarangan di Sumbar untuk dibahas. “Coba lihat, dalam sehari tinja BAB warga Sumbar mencapai 300 ton perhari. Bayangkan berapa ton jika sebulan dan berapa ton BAB sembarangan yang dibuang warga,” tambah Juhendra.

Bahkan Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Propinsi Sumatera Barat, Divera Nurdin, pun mengaku prihatin terhadap Sumatera Barat (Sumbar). Betapa tidak, sudah 73 tahun Indonesia Merdeka, Sumbar masih membicarakan kotoran (cirik).

“Sudah 73 tahun Merdeka, Sumbar masih bicara soal cirik,” kata Divera Nurdin lantang dihadapan para peserta Workshop Orientasi Media itu.

Malah pernyataan Koordinator STBM Sumbar itu juga diperkuat Ahmad Balarus dari Dinas Kesehatan Sumbar. “Ya, itulah kondisinya. Bahkan soal buang air besar sembarangan (BABS) dengan istilah Aster (asoy terbang) juga sering dijumpai. Lihat seperti di Bukit Gadogado dan Sungaipisang (Padang),”jelas Ahmad Balarus alias Dones itu.

Artinya, informasi lebih dari satu juta orang penduduk Sumatera Barat melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) itupun tak bisa dielakan. Pertanyaannya, BABS tanggungjawab siap supaya sanitasi sehat?

Terungkap soal BABS itu membuat para peserta Workshop Orientasi Media Smar Development Works (SNV) itupun tercengang-cengang.

Mencuatnya isu jutaan warga Sumatera Barat melakukan BABS itu disampaikan Bambang dari SNV selaku pemateri. “Saya hanya membacakan data, bahwa untuk Sumatera Barat warga yang melakukan BABS mencapai 1.198.588 orang,” kata Bambang prihatin. Saptarius