Rabu FGD, PKLH UNP Petakan Rencana Aksi Pembenahan Waduk PLTA Koto Panjang

87

JURNAL SUMBAR | Padang – Guna menyusun rencana aksi implementasi Pengelolaan Daerah Tangkapan Air (DTA) Berkelanjutan Waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Universitas Negeri Padang menggelar Focus Grup Discusion (FGD), Rabu (29/8) besok.

Ketua PKLH UNP, Dr. Indang Dewata, M,Si menyebutkan, kebijakan pembangunan PLTA Koto Panjang telah menghilangkan habitat terestrial (daratan) bagi satwa, ekosistem sungaipun ikut rusak dan migrasi ikan serta spesies air tawar lainnya terganggu akibat kehadiran bendungan.

“Sementara debit air di bendungan Koto Panjang tidak stabil. Saat musim kemarau, debit air berkurang drastis sehingga tidak mampu menggerakkan turbin. Akibatnya, pasokan listrik berkurang dan terjadi pemadaman bergilir. Sedangkan ketika musim hujan tiba, permukaan air di bendungan akan melebihi debit normal yang mengakibatkan area di sepanjang sungai akan rawan banjir,” papar Indang Dewata, Senin (27/8).

Pihaknya melanjutkan, untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lima Puluh Kota bekerjasama dengan PKLH UNP menyelenggarakan FGD itu dengan maksud supaya optimalisasi peran semua pihak dalam pengelolaan daerah tangkapan air Koto Panjang dapat diupayakan.

“Sekarang ini PKLH UNP dan dinas terkait sedang memetakan masalah-masalah kebijakan dan pemanfaatan jasa lingkungan,” lanjut Indang, yang sehari-harinya Ketua Prodi S2 (Megsiter) Ilmu Lingkungan itu.
Ia menambahkan, diskusi yang berlangsung di Aula Lt3 Gedung Pascasarjana UNP, Rabu (27/8) besok membahas mengenai ‘Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Impelemtasi Pengelolaan DTA Berkelanjutan Waduk PLTA Koto Panjang’.

“Diskusi ini diikuti delegasi pemerintah pusat terkait seperti Badan Pengelola DASHL Indragiri Rokan, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregon Sumatera, Bappeda Sumbar, para Kepala Dinas LH Lima Puluh Kota dan Kampar,” imbuh Indang Dewata, yang juga sebagai Ketua Badan Kerjasama Pusat Study Lingkungan Hidup Perguruan Tinggi Indonesia (BPSLHI). (Humas UNP/Agusmardi)