Rakor STBM, 2019 Tidak Ada Lagi Masyarakat Sijunjung BAB Sembarangan

71

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, Selasa (7/8/2018). Rakor ini diikuti oleh Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Sijunjung, Ketua Pengadilan Negeri Muaro, Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari se Kabupaten Sijunjung, Organisasi Wanita dan undangan lainnya.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan AP, M.Si ini menghadirkan narasumber Wakil Bupati Pringsewu Provinsi Lampung, Dr. H. Fauzi, SE, M.Kom, Akt, CA dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu, Malian Ayub, SE, MM, serta Direktur AKKOPSI, Cap. H. Josrizal Zain, SE, MM yang merupakan mantan Walikota Payakumbuh dua periode (2002 – 2012).

Dalam sambutannya Sekda Zefnihan berharap agar seluruh OPD, Camat, Wali Nagari dan Puskesmas untuk mengoptimalkan fungsi dalam mensinergikan program sanitasi di daerah serta mengawal keberhasilan program sanitasi di wilayah masing-masing.

”Perlunya dukungan bersama dari Forkopimda dan organisasi masyarakat terhadap akses sanitasi sehingga kabupaten Sijunjung 100 persen stop buang air besar sembarangan di tahun 2019, serta menyusun strategi agar penduduk 10 persen akses sanitasi yang layak dan menciptakan regulasi yang memuat arah kebijakan sanitasi layak,” ujar Zefnihan

“Perlu kita bentuk tim sanitasi total berbasis masyarakat di Kabupaten, Kecamatan, dan Nagari, agar terlaksana monev sanitasi,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Ezwandra, menyebutkan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Sijunjung yang merupakan bagian dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

”Sebagaimana kita ketahui bahwa tantangan yang kita hadapi dalam menuntaskan target RPJMN 2015-2019 yaitu tercapainya akses 100 persen stop buang air besar sembarangan adalah masih sangat sulit, dimana salah satunya adalah masih ada penduduk yang belum akses ke sanitasi layak yaitu masih buang air besar sembarangan baik ke sungai, ke kebun atau ke kolam,” terangnya.

”Sudah ada upaya kita untuk mewujudkan hal tersebut dengan melaksanakan program nasional sanitatasi total berbasis masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat namun hal itu belum bisa menuntaskan secara cepat, harus ada inovasi-inovasi lain yang harus dilakukan termasuk juga meniru atau menimba ilmu dari kabupaten/kota lain yang telah berhasil,” tutupnya. andi