Realisasi Penggunaan Dana Desa di Dua Nagari di Lubukrarok Dinilai Lamban

148

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Dana Desa (TME) Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, Drs. Dodi Katim, mengungkap, pelaksanaan pembangunan dana desa terkesan ada yang lamban.

“Jujur kita akui, saat ini pelaksanaan pembangunan dana desa di Nagari Lalan dan Lubuktarok masih lamban,” ucap Drs. Dodi Katim yang juga Camat Lubuktarok saat melakukan monitoring di Nagari Silongo pada Selasa (14/8/2018).

Dikata Dodi Katim, ia sangat menyayangkan pelaksanaan pekerjaan di Nagari Lalan dan Lubuktarok itu terkesan lamban. “Saat kami tinjau ternyata pelaksanaan pembangunan dana desa di Nagari Lalan dan Lubuktarok itu masih lamban,” keluh Dodi Katim dihadapan Tim Monitoring dan Evaluasi Dana Desa Kecamatan Lubuktarok.

“Masa iya, pelaksanaan pekerjaan pembangunan dana desa hingga kini di dua nagari ini baru tuntas antara 15-30 persen. Bedahalnya dengan Silongo, saat ini di nagari itu pelaksanaannya sudah mencapai 70 persen,” terang Dodi Katim.

“Apakah keterlambatan di Lalan dan Nagari Lubuktarok terbentur karena bahan baku, cuaca dan masalah teknis;” tambah Dodi Katim.

Walinagari Lalan, Martonis, membantah pekerjaan pembangunan dana desa di Lalan lamban. “Itu tidak benar, lihat saja sendiri ke lapangan sudah ada yang mencapai pekerjaannya 90 persen,” ucap Walinagari Lalan, Martonis kepada awak media Selasa (14/8/2018).

Sementara Walinagari Lubuktarok Zuriatman yang dihubungi via telepon selularnya tak tersambung. “Apak sedang pergi,” ucap suara dibalik telepon selular milik walinagari itu, Selasa (14/8/2018). Saptarius