Dendang “Malalokan” Anak Bius Ribuan Penonton Festival Ranah Godok Obuy

180

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Luar biasa. Ternyata Dendang “Malalokan” Anak, pada lomba Festival Ranah Godok Obuy yang digelar Komunitas Adat Lubuktarok dan BUMNag Ranah Godok Obuy berhasil membius para penonton.

Kegiatan tersebut digelar dari Jumat – Senin (21-24/9/2018) di Jorong Jambu Lipo, Nagari Lubuktarok, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Festival Ranah Godok Obuy itu menampilkan randai, talempong pacik, dendang “Malalokan” anak dan festival kuliner itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sijunjung, Ramler, SH, MM.

Selain penonton, dan juri, bahkan Rajo Jambulipo Firman Bagindo Tan Ame sempat meneteskan air mata ketika mendengar kisah dendang “Malalokan” anak yang didendangkan peserta bernama Marnis, 62 tahun mengkisahkan kenangan hidupnya.

“Ini kisah hidup saya, di saat sedang hamil ditinggali suami yang beristri lagi sedangkan anak-anak saya masih kecil saat berada di rantau di tanah Dompu NTB ,” ucap Marnis kepada awak media, Minggu (23/9/2018). “Ketika saya sudah senang oleh anak-anak mantan bapak anak saya pingin surut (rujuk) karena istrinya meninggal,” tambah Marnis.

Ketua Panitia Festival Ranah Godok Obuy, Eddi Ariswan yang juga Direktur BumNag Godok Obuy, menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut untuk pertamakali digelar di Lubuktarok dan mendapat respon positif oleh warga.

“Ada empat kegiatan di Festival Ranah Godok Obuy, ada randai, talempong pacik, dendang “Malalokan” anak dan lomba kuliner juga mewarnai kegiatan,” kata Eddi Ariswan selaku ketua panitia.

Menurut Eddi Ariswan dan Firman Bagindo Tan Ameh, Rajo Jambu Lipo, lomba dendang “Malalokan” anak ini untuk pertamakali digelar yang sudah lama terpendam. Malah kegiatan dendang “Malalokan” anak ini mendapat apresiasi besar dari masyarakat sangat tinggi, karena dendang itu sangat mengharukan kisah seorang ibu sekan akan memutar balik kisah 40 tahun lalu tampil dengan pede penuh haru termasuk juri tethanyut dalam keharuan ada yang meneteskan air mata mendengar kisahnya.

Lomba kuliner pun tak kalah serunya, di festival itu aneka kuliner tersaji. Mulai makanan spesipik, seperti pucuk palangeh udang, galinggang lalang, pangek ikan baung Andopan, gulai pucuk kumayak, samba lado minyak tanak, pingek ikan asing, palai karambi dan aneka kuliner lainnya yang menggoda selara pun tampil di ajang festival kuliner Ranah Godok Obuy itu.

Bahkan sejumlah tokoh nasional masyarakat asal Kabupaten Sijunjung, seperti Prof.Dr. Novirman Djamarun, Drs. Syafrizal Syofyan Intan Kayo, Kabiro Umum Kemenag RI, dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Sijunjung juga sangat terkesan dengan aneka kuliner di Festival Ranah Godok Obuy itu.

“Puncak acara besok (Senin, 24/9/2018-red) dengan pagelaran acara berkaul adat dan makan bajambah. Malam ini (Minggu, 23/9/2018-red) malam bajago-jago acara kesenian rakyat,” ucap Eddi Aswan bangga atas suksesnya Festival Ranah Godok Obuy itu. Saptarius