Lepas 4 Purna Tugas, Menteri Eko: Belum yang Terbaik, Tapi Kemajuan Kemendes PDTT Paling Baik

79

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melepas empat purna tugas pejabat tinggi madya di Kantor Kemendes PDTT, Jumat (7/8).

Empat purna tugas pejabat tinggi madya tersebut di antaranya Johozua Markus Yoltuwu, purna tugas Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU); Rosari Tyas Wardani, Purna Tugas Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; Ratna dewi Andriati, Purna Tugas Staf Ahli Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal; dan Ahmad Erani Yustika, Purna Tugas Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan.

Menteri Eko mengatakan, keempat purna tugas tersebut adalah karyawan tekun yang banyak membantunya dalam mengerjakan tugas-tugas kementerian. Menurut dia, kerja keras serta kekeluargaan dari purna tugas dan seluruh karyawan kementerian telah memberikan perkembangan pesat bagi prestasi kementerian.

“Kita belum menjadi kementerian yang paling baik, tapi kemajuannya adalah yang paling baik. Tidak lain karena leadership teman-teman (karyawan),” ujarnya.

Keempat Purna Tugas tersebut melanjutkan karier yang berbeda. Johozua Markus Yoltuwu akan melanjutkan karier sebagai senator, Rosari Tyas Wardani menjadi pebisnis, Ratna dewi Andriati menjadi konsultan, dan Ahmad Erani Yustika menjadi staf khusus presiden bidang ekonomi. Menteri Eko berharap, keempat purna tugas tersebut tetap bersedia membantu Kemendes PDTT melalui profesi barunya masing-masing.

“Saya minta maaf jika ada kesalahan yang tanpa sengaja kita buat. Mudah-mudahan kita bisa tetap saling membantu untuk membuat kementerian ini bisa lebih baik dan membanggakan kita semua,” harapnya.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan, pelepasan para purna tugas pejabat tinggi madya di lingkungan Kemendes PDTT tersebut adalah tradisi, untuk memberikan apresiasi kepada semua yang telah memberikan jasa dan dedikasinya untuk Kemendes PDTT.

“Kita betul-betul sangat berharap energi beliau masih bisa didedikasikan untuk bangsa dan negara. Kami sangat senang masih bisa mendapatkan sentuhan baik pemikiran maupun aksi dalam membangun Kemendes PDTT untuk menjadi yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Anwar, pelepasan tersebut menjadi awal bagi pengabdian purna tugas dalam era pengabdian berikutnya, bagi yang telah memasuki purna tugas sebagai aparat sipil negara maupun bagi yang mendapatkan tugas lebih berat seperti menjadi staf khusus presiden seperti Ahmad Erani Yustika.

“Mereka (purna tugas) tidak ingin terkerangkeng dalam posisi. Semoga bisa berhasil dalam setiap tujuannya dan sukses,” ujarnya. humas kemendes