Longsor, Jalinsum Tanjung Lolo Sijunjung Tetutup Material Bebatuan

184

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Lagi, bencana alam terjadi di Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Diduga akibat hujan yang berkepanjangan sejak Rabu (26/9/2018) hingga Kamis (27/9/2018) dini hari, membuat duapertiga badan jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Jorong Tandikek, Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, tertutup material bebatuan longsor.

Mendengat informasi tersebut jajaran Polsek Tanjung Gadang yang bersinergi dengan Koramil 09/Tanjung Gadang langsung menuju lokasi. Bahkan Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Zamrinaldi, SH berserta anggota Polsek Tanjung Gadang itu langsung mengevakuasi material bebatuan yang menimbun badan Jalinsum.

Akibat longsor tersebut membuat Jalinsum macet. Pengguna jalan dari dan ke Muaro Bungo terpaksa antrian melintasi jalan terkena longsor di KM 147 itu.

Peristiwa longsor menimbun badan Jalinsum itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB akibat hujan deras yang turun pada malam hari, sehingga arus lalulintas macet dan hanya bisa dilalui satu jalur saja.

Setelah dilakukan pembersihan seperti kayu, tanah dan batu cadas oleh personil Polsek dan Koramil sehingga kendaraan jenis truk dan bus baru bisa melintasi daerah yang terkena longsor tersebut secara buka tutup. Namun hingga pukul 10.15 WIB, material berupa ,batu cadas masih berada di badan jalan belum bisa disingkirkan karena menggunakan tangan atau secara manual dan menunggu alat berat milik PU Provinsi yang telah dihubungi Kapolsek Tanjung Gadang dan telah mengirimkan alat beratnya ke lokasi tanah longsor yang masih dalam perjalanan.

“Sampai saat ini situasi kamtibmas masih dalam keadaan aman dan tertib dan jalur arus Jalinsum telah lancar dan aman serta terkendali,” kata Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Zamrinaldi, SH pada awak media, Kamis (27/9/2018). saptarius