Memajukan Pendidikan Solok, Bupati Gusmal Kuliah Umum di Wisuda Ke-112 UNP

117

JURNAL SUMBAR | Padang – Bupati Solok, H Gusmal Dt Rajo Lelo menyampaikan Kuliah Umum dihadapan 1.026 wisudawan/ti Universitas Negeri Padang (UNP) pada hari kedua, Ahad (16/9) di Auditorium UNP.

Dalam penyampaiannya, Kepala Daerah Kabupaten Solok ini memaparkan tentang penumbuhan kesadaran ditengah masyarakat akan fungsi dan peranan Al Quran bagi kehidupan. Magrib mengaji, merupakan upaya Pemkab Solok meningkatkan minat dan kemampuan masyarakat dalam membaca Al Quran.

Gusmal, selama kepemimpinannya di Pemkab Solok, memaparkan dirinya terus berupaya meningkatkan kerjasama antara orang tua, masyarakat dengan unsur pendidikan dan pemerintah diantaranya melalui mengaktivkan kembali masjid dan mushalla atau surau di tengah-tengah masyarakat.

“Pemkab Solok sangat peduli dengan pendidikan agama generasi muda Solok, ini perwujudan pengamalan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya di hadapan seribuan lulusan UNP saat itu.

Dalam acara wisuda terbuka UNP ke-112 tersebut, Gusmal menegaskan bahwa kepala daerah dan organisasi pemerintah daerah yang dipimpinnya komit memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak kabupaten Solok untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Langkah ini dilakukan pemerintah katanya untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

Pemkab Solok akan menjemput anak-anak usia sekolah bila kedapatan tidak bersekolah. Karena pendidikan menjadi salah satu program prioritas di Kabupaten Solok. Sebab perjalanan pendidikan di Solok masih menghadapi banyak tantangan. Mulai dari masalah ekonomi, hingga pengaruh negatif dari perkembangan zaman.

Bupati Solok, Gusmal mengakui, beberapa tahun silam, masih banyak anak putus sekolah. Hal itu disebabkan ketiadaan biaya untuk mereka melanjutkan sekolah.

“Dulu ada 21 anak lulus SD di Solok putus sekolah. Menjadi pengamen, tukang semir di Bukittinggi. Kami di pemerintahan Kabupaten Solok menjemput mereka untuk sekolah lagi. Sekarang mereka sudah SMA,” ungkap Gusmal saat orasi ilmiah dalam wisuda 112 UNP, di Auditorium UNP, Minggu (16/9/2018).

Melihat kondisi pendidikan di Solok yang juga dipengaruhi masalah ekonomi, Gusmal mengimbau kepala sekolah dan guru agar tidak menghukum muridnya jika tak berseragam atau berasepatu.

“Jangan marahi mereka, justru mereka yang harus dibantu. Anak sekolah yang tidak hadir di kelas harus diketahui alasannya, yang bolos kita jemput untuk masuk. Anak-anak di Solok minimal harus selesai SMA,” harapnya.

Agar seluruh warga Solok dapat menikmati pendidikan, jelas Gusmal, telah diterbitkan Perbub Nomor 13 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Solok.

“Warga Solok yang tidak bisa menikmati pendidikan formal karena beragam faktor, maka ada layanan program paket A, B, dan C,” ulasnya.

Kemudian, tambah Gusmal, pendidikan usia dini juga menjadi fokus. Hal itu membantu pembentukan karakter anak-anak, sehingga ketika besar mereka terhindar dari narkoba dan perilaku LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender).

“Tantangan semakin berat. Menghirup lem sudah merambah ke anak-anak SMP. Belum lagi LGBT. Ini perlu penguatan karakter melalui pendidikan dini dan penguatan agama,” terangnya.

Namun dalam pendidikan dini, tutur Gusmal, Solok masih kekurangan tenaga pendidik, baik kuantitas dan kualitas. Banyak guru PAUD yang belum sarjana, bahkan masih SMA.

“Ini yang akan kita kerjasamakan dengan UNP. Pada 18 September mendatang kita akan tandatanggani nota kesepahaman dengan UNP untuk membantu penguatan guru-guru PAUD,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri mengapresiasi keseriusan Pemkab Solok yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah. Sebab, peningkatan SDM manusia merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Solok berada di jalur yang benar. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas. UNP akan mendampingi Solok dalam meningkatkan kualitas SDM guru sebagai pendidik, bukan pengajar,” ucapnya. (Humas UNP/Agusmardi)