Minimalisir Korban Bencana, Dua Ilmuwan Jepang Edukasi Mahasiswa UNP

88

JURNAL SUMBAR | Padang – Sistem penanggulangan bencana harus disusun sedemikian rupa, agar korban jiwa dan kerugian materi dapat lebih diminimalisir.

“Setiap wilayah memiliki plan sendiri, mulai dari peta perkiraan daerah yang akan kena bencana, distribusi intensitas gempa, kerentanan terhadap gempa. Kami juga memiliki pemetaan daerah yang dengan prediksi jumlah korban dan kerugian yang bakal dialami,” ujar Prof Koji Ichi saat memberikan paparan dalam kuliah umum kepada civitas akademika jurusan Fisika Fakultas Matemaketa Ilmu Pengetahaun Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang, Rabu (12/9).

Koji Ichi memaparkan materi tentang bencana gempa dan tsunami yang dialami Jepang yang bertajuk Dinamika Tanah Teknik Gempa dan Mitigasi Bencana atau “Soil Dinamic Earthqueke Enginering and Disaster Mitigation” yang diselenggarakan kerjasam jurusan Fisika dengan UPT Layanan Internasional UNP di Aula FMIPA.

Dikatan Koji Ichi yang didampingi Yoshihiro Okumura, ketua asosiasi guru besar Fakultas Ilmu Keamanan Masyarakat bahwa untuk masyarakat Jepang, petunjuk kesiap-siagaan tersedia dimana-mana, hal itu menjelaskan apa yang harus dilakukan warga di tingkat keluarga mulai dari 10 menit setelah kejadian gempa, hingga seminggu setelah gempa. Dalam petunjuk kesiapsiagaan itu juga disebutkan, bahwa warga sekitar menjadi tanggungjawab warga lainnya.

Sementara itu Koordinator Mata Kuliah Umum Manajamen Bencana, Dr Ahmad Fauzi menambahkan bahwa bidang kajian kebencanaan membutuhkan berbagai pendekatan ilmu yang multi disiplin. Disitulah peran civitas akademik muncul.

“Tidak hanya dalam penanggulangan bencana secara langsung di lokasi, universitas bisa berperan dengan melakukan kajian-kajian sesuai bidangnya menyangkut pra bencana seperti pengurangan risiko bencana, pencegahan dan kesiapsiagaan, penataan tata ruang, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dan juga pelatihan,“ tuturnya.

“ Kehadiran Guru Besar Kebancanaan dari Kansai Universitas Jepang ini tidak terlepas dari adanya Pusat Kajian Mitigasi Bencana di UNP dan difasilitasi UPT Layanan Internasional, para ilmuwan bencana Jepang hadir memberikan kuliah umum, “tambah Ahmad Fauzi.

Kelancaran kuliah umum ini dimoderatori Kepala UPT Layanan Internasional, Ananda Putra, PhD. Sebelumn kuliah umum, dua profesor ahli kebencanaan Jepang ini disambut Rektor UNP, Prof Ganefri di ruang kerjanya Lt4 Gedung Rectorate and Rsearch Center UNP.

Pada kesempatan itu, Rektor UNP menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran guru besar Kansai University memberikan kuliah umum di UNP. Ganefri berharap UNP bisa membangun kerjasama yang sinergis dengan Kansai University termasuk pertukaran mahasiswa nantinya. (Humas UNP/Agusmardi)