Sail Moyo Tambora, Momentum Tepat untuk Mem-branding Sumbawa

115

JURNAL SUMBAR | Sumbawa – Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Dirjen PDT Kemendes PDTT) Samsul Widodo mengatakan, Sail Moyo Tambora menjadi momentum besar untuk mengangkat Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk lepas dari daerah tertinggal. Hal itu disampaikan usai pembukaan Sail Moyo Tambora di Pelabuhan Badas, Sumbawa, Minggu (9/9).

Ia mengatakan, Sail Moyo Tambora akan memperkenalkan keindahan alam Sumbawa yang tak hanya akan menarik perhatian wisatawan lokal, namun juga akan menarik minat wisatawan asing. Menurutnya, momen tersebut akan membranding Sumbawa yang tidak lagi bergantung pada Lombok.

“Sumbawa ini selalu kelewat. Orang dari lombok langsung ke NTT (Nusa Tenggara Timur). Kita ingin membranding Sumbawa tanpa bergantung dengan Lombok. Kalau enggak orang ke Lombok sudah merasa cukup, merasa puas di Lombok, dan dari Lombok mereka langsung ke NTT dengan karakter yang berbeda,” ujarnya.

Sebagian besar pengunjung Sail Moyo Tambora yang hadir, lanjut dia, belum mengetahui adanya Sumbawa. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa belum begitu dikenal oleh khalayak. Untuk itu, Sail Moyo Tambora akan menjadi ajang besar dalam mempromosikan keindahan pariwisata alam Sumbawa.

“Kalau saya lihat tamu yang hadir, banyak mereka yang tidak tahu Sumbawa. Kalaupun tahu mereka tidak pernah ke sini. Jadi ini adalah ajang untuk memperkenalkan Sumbawa. Momen ini menjadi sangat penting untuk tindak lanjutnya ke depan,” ujarnya.

Terkait pengembangan Pariwisata desa-desa di Sumbawa menurutnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan membantu mempromosikannya secara online. Selain itu juga akan membantu mempromosikannya melalui kerjasama dengan travel-travel pariwisata.

“Kami mengumpulkan travel-travel pariwisata dan mereka kita ajak agar bagaimana memperkenalkan pariwisata di daerah tertinggal. Memang belum masif, tapi kami akan terus lakukan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Sumbawa sendiri merupakan salah satu dari 8 kabupaten tertinggal di Nusa Tenggara Barat selain Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, Bima, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara. Menurut Samsul, selain sektor wisata, Kabupaten Sumbawa memiliki ragam produk yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

“Sebenarnya Sumbawa punya beberapa komoditas unggulan, ada jagung, sapi, ikan laut, buah-buahan. Kami mencoba bagaimana memasarkan komoditas unggulan ini langsung ke kota-kota besr seperti Jakarta atau Denpasar. Setelah kegiatan ini kita akan rapat dengan Pemda (Pemerintah Daerah) untuk membahas tidak lanjutnya,” ungkapnya. humas kemendes