Siap Hadapi Porprov, Gestrojoni Minta Pemkab Pessel Hormati AD/ART KONI

104

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyatakan kesiapannya menghadapi Porprov 2018 di Padang Pariaman November mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, Gestrojoni mengungkapkan pihaknya telah menerima pendaftaran daftar nama atlet sejumlah Cabang Olahraga (Cabor).

“Total Cabor secara keseluruhan ada di Pessel ada 34. Insya Allah, sebelum penutupan pendaftaran semuanya rampung,” ungkapnya di Painan, Minggu (23/9).

Panitia pelaksana Porprov menetapkan batas akhir pendaftaran pada tanggal 6 Oktober 2018. Untuk itu, lanjutnya, KONI Pessel bakal menyurati seluruh Cabor terkait batas akhir pendaftaran.

Bahkan, KONI siap untuk menerima penyerahan nama atlet dan pelatih dari setiap Cabor yang ikut selama 24 jam. Artinya, harus bekerja secara ekstra, mengingat waktu yang kian dekat.

Gestrojoni menjelaskan, untuk menghadapi Porprov 2018 ini, KONI Pessel mendapat sekelumit persoalan untuk pokus membawa atlet. Sebab, dari internal KONI sendiri tengah terjadi seberangan ego sektoral bersama Pemkab Pessel.

Dikatakan persoalan tersebut, terkait penunjukan Plt Ketua Umum KONI sendiri mendapat pencekalan dari Pemkab. Sebab, di tengah jalannya kepengurusan organisasi KONI, Pemkab Pessel juga menujuk Plt sesuai keputusan sepihak sebagai pengganti Ketua Umum KONI.

“Kami berharap Pemkab bisa mengaji ulang keputusannya itu. Mengaculah pada AD/ART KONI. Kami juga siap bekerjasama demi olahraga daerah,” terang Gestrojoni.

KONI Pessel berharap masalah tersebut tidak berimbas kepada target prestasi pada Porprov tahun ini. Sebab KONI sudah jauh sebelumnya mempersiapkan itu semua, kendati Pemkab Pessel tidak sepenuhnya merestui kepengurusan KONI Pessel.

“Kalau berjalan mulus, kami berharap bisa mempertahankan 6 besar. Karena Porprov sebelum kita sudah 6 besar. Jadi di tengah persoalan ini, kita tidak ingin berimbas pada prestasi,” jelasnya.

Lanjut, Gestrojoni untuk menghadapi Porprov 2018 ini, pihaknya tengah ragu dengan ketersedian anggaran. Sebab, sejak awal tahun Pemkab belum mencairkan dana hibah, tanpa ada alasan jelas.

“Kita sangat berharap pada Pemda untuk segera mencairkannya. Sebab, jika anggaran ditahan tentu jalan KONI menjadi terganggu. Jadi kita minta Pemda bersikap bijak dengan persoalan ini. Supaya KONI yang aktif bisa berjalan sebagaimana mestinya,” lajut Gestrojoni.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Mawardi Roska membenarkan, Pemkab telah menujuk plt KONI dengan memperluas rapat pleno karena mengamati kondisi KONI Pessel yang belum siap secara keanggotaan dan administrasi sebagai sebuah organisasi.

Menurutnya, terkait hal itu Pemkab melakukan koordinasi dengan KONI Sumbar dan menyarankan menggelar rapat pleno dan menghasilkan penunjukan Plt Ketua Umum KONI Pessel guna mematangkan persiapan menghadapi Porprov.

“Melihat situasi KONI Pessel menjelang Porprov ini, sehingga diambil beberapa keputusan penting pada rapat pleno diperluas tersebut. Tujuanya bagaimana Pessel bisa terselamatkan bisa ikut sebagai peserta pada Porvrov yang akan digelar pada bulan November nanti,” jelasnya. rilis/rega