Staf Ahli Mendes PDTT: Kader Posyandu, Polindes, PAUD Harus Diperhatikan

64

JURNAL SUMBAR | Padang – Staf Ahli Kebijakan Strategi Mendesa PDTT, H. Febby Dt Bangso, menyebutkan dengan keterbatasan dana kader-kader posyandu, polindes dan guru PAUD tetap mengabdi kepada masyarakat. Sebab itu, wajiblah nasib mereka diperhatikan.

“Melihat masukan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar di Kemendes, banyak guru PAUD yang pendidikan belum sarjana, tapi karena keberadaan dia, sekolah PAUD itu ada. Posyandu, polindes, sangat penting, garda terdepan pencegahan stunting dini,” kata Febby,

“Sampai hari ini dengan keterbatasan dana yang mereka terima, mereka masih jalan dan wajiblah kita memperhatikan itu,” tambhan Febby, saat Rapat Koordinasi Pendampingan
Pelayanan Sosial Dasar Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Selasa (18/9).

Febby berharap, perguruan tinggi di Sumbar seperti Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand) membuka dan memberikan kesempatan kepada mereka dengan memberikan pembekalan ilmu.

“Bagaimana membuka mata perguruan tinggi sehingga pengabdian masyarakat menyentuh level-level itu. Misalnya, Fakultas Kedoktoresn Unand, dia memberdayakan kader posyandu dan polindes. Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, bagaimana guru-guru PAUD juka ikut diberikan penguatan,” sebut Febby.

Disampaikan itu Febby, jika itu dapat terlaksana, tentu sumber daya manusia (SDM) kader posyandu, polindes dan guru PAUD terupgrade dengan baik dengan memiliki sertifkasi.

“Sehingga jika negara membutuhkan atau negara punya anggaran fasilitas untuk kader posyandu, polindes serta guru-guru PAUD di dalam seleksi ini juga menjadi rekomendasi yang sudah terlatih,” ucap Febby.

Tidak hanya itu saja sambung Febby, mereka yang mendapat dukungan sarana keungan sangat minim bisa diberikan ruang mendapat program-program UMKM. “Sehingga dengan punya UMKM pekerjaan dasarnya itu jadi tambah menyenangkan. Walaupun terima pas-pasan tapi karena punya UMKM punya pemasukan lebih, sehingga tetap bisa berbuat,” bebernya.

Di lain sisi, Febby mendorong agar mereka berperan aktif dalam Musrembang. Masukan-masukan dari mereka juga sangat diharapkan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkannya.

“Tujuannya, bagaimana ikut memperjuangkan apa yang menjadi bagian dari program-programnya pada saat musrembang sehingga dana desa bisa dialokasikan untuk kebutuhannya,” ungkapnya. (byr)