Hujan Lebat, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Pesisir Selatan Terendam Banjir

456

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Tingginya curah hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah kabupaten Pesisir Selatan sejak dua hari ini, berakibat ratusan rumah di dua Kecamatan terendam air. Hujan lebat itu juga menyebabkan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Pesisir Selatan. Jum’ at (12/10/2018).

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Bayang, yaitu di Nagari Puluik – Puluik, mengakibatkan terputus arus lalu lintas yang menghubungkan antara Kenagarian Puluik – Puluik dengan Koto Ranah Kec. Bayang Utara, badan jalan tertimbun sepanjang lebih kurang 15 meter yang diakibatkan labilnya permukaan tanah perbukitan yang di tepi jalan.

Lonsor di Bukit Lubuk Kumpai Kenagarian Pasar Baru Kec. Bayang, saat ini sudah bisa dilewati oleh kendaraan R2 maupun R4.

Banjir di Kenagarian Gurun Panjang Kecamatan Bayang,  mengakibatkan banjir di 2 titik di Kenagarian Gurun panjang menyebabkan sekitar 30 rumah terendam Air, sementara itu jalan digenangi air 50 cm.

Selain di Kecamatan Bayang,  banjir juga terjadi di Kecamatan Lengayang, Nagari Lakitan Timur , Kampung Koto Rawang, terendam sekitar 50 unit rumah warga dengan ketinggian air 60 cm.

Nagari Lakitan Tengah, Kampung Pulai, terendam sekitar 20 unit rumah warga dgn ketinggian air 60 cm. Kampung Koto Lamo, terendam sekitar 50 unit rumah warga dengan ketinggian air 70 cm sedangkan di lokasi yang rendah tinggi air sudah 100 cm. Kampung Air Kalam, terendam sekitar 20 unit rumah warga dgn ketinggian air 80 cm. Kampung Tanjung Durian, terendam sekitar 90 unit rumah warga dengan ketinggian air 90 cm.

Sementara itu Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni ketika dihubungi menegaskan, kondisi anomali cuaca yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan bukan hanya terjadi di wilayahnya saja, hal ini juga terjadi sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan Indonesia, ini karena anomali cuaca.

“Kita telah intruksikan seluruh OPD terkait bisa aktif turun ke bawah, baik itu camat ataupun walinagari,” tegas Hendrajoni.

Ia menuturkan, sesuai dengan apa yang bisa Pemerintah Daerah lakukan, pihaknya akan berusaha turun ke bawah memberikan bantuan, sekaligus melakukan pemetaan data lapangan dilakukan OPD untuk mencari sumber faktor terjadinya banjir ataupun tanah longsor.

“Kita minta BPBD Pessel pro aktif dengan kondisi sekarang ini, anomali cuaca,” tutur Hendrajoni.

“Kita komit dari Pemkab Pessel untuk penangulangan bencana di daerah kita,” kata Bupati Pessel.

Untuk itu, Hendrajoni menghimbau kepada masyarakat tetap waspada dengan kondisi anomali cuaca terjadi saat ini.(Rega Desfinal)