Festival Tahunan, Silek Warisan Budaya Harus Dilestarikan dan Dikembangkan

63

JURNAL SUMBAR | Payakumbuh – Festival Alek Silek yang dilaksanakan di Payakumbuh selama dua hari (12-13/11/18) yang diadakan di komplek rumah gadang Salo Limbukan berlangsung sukses serta antusias masyarakat melihat atraksi silat tradisional tersebut.

Festival silat tradisional yang diikuti 19 kabupaten/kota serta 7 pasang pesilat nasional serta 4 negara ikut meramaikan festival silat tradisi tersebut.

Pembukaan silat tersebut dilakukan Walikota Payakumbuh diwakili Sekdako A. Dt. Karayiang dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kegiatan ini dan akan dimasukkan dalam agenda rutin tiap tahunnya karena silat tradisi ini sesuai dengan falsafah Minang “Adat Basandikan Syaraq, Syaraq Basandikan Kitabullah, Syaraq mangato Adat Mamakai”.

Dalam arti kata bahwa silat tradisi ini berkaitan langsung kehidupan dunia dan akhirat.Sebab pada hakikatnya tagak silat mencari saudara, duduak silat mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan temanya Rumah Gadang, Surau dan Silat yang saling berkaitan satu sama lainnya di Ranah Minang ini, ujar Sekdako A. Dt. Karayiang.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB, Dt. Parmato Alam dalam sambutannya mengatakan, DPRD sangat merespon sekali kegiatan ini,dan DPRD akan menambah anggaran kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi generasi muda serta pemko dalam pelestarian seni budaya yang ada di Minang ini terutama dikota Payakumbuh ini.

Selanjutnya Selasa (13/11/18) bertempat di pendopo rumah Walikota Payakumbuh diadakan makan bersama serta jumpa pers dengan para pesilat mancanegara dan para sastrawan yang merupakan rangkaian lanjutan dari festival ini.

Wako diwakili asisten 3 Rida Ananda menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh komponen dengan suksesnya acara festival alek silek ini,serta dilanjutkan dengan lomba sastra yang diikuti oleh berbagai daerah di tanah air ini.

Disampaikannya bahwa ivent ini akan diadakan tiap tahunnya dalam rangka menggaet wisatawan untuk berkunjung ke kota Payakumbuh ini, karena dengan iven seni dan budaya serta sastra ini wisatawan berkunjung ke Payakumbuh.

Sebab Payakumbuh minus dengan objek wisata seperti daerah lainnnya di Sumatera Barat ini.

Sementara Nurmatias Kepala BPCB (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya) Sumatera Barat mengatakan bahwa festival art silek ini merupakan Program Dirjend Kementrian Kebudayaan dengan Indonesiananya.

Disebutkannnya bahwa peran media dan pers sangat dibutuhkan sekali dalam mendengungkan silek dan sastra seantaro dunia,bahwa Indonesia khususnya Sumatera Barat kaya akan seni budaya dan sastra yang harus dilestarikan dan terus dikembangkan.

Hadir dalam acara di pendopo rumah Walikota tersebut Ketua Deskranasda Hj. Henny Riza Falepi, Kadis Disparpora,Kabid Disparpora Nirdawati, Direktur Silek Tradisional Rotchman Pandeka Sago, serta Yulfitra dari bidang sastra serta pendekar silek Malaysia dan Banten dan para undangan lainnya. yusrizal