Hadirkan Wisata Edukasi, Kelompok Ekowisata Wastan Dilatih TNKS

44

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Menjadikan objek wisata edukasi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Pesisir Selatan, 30 orang kelompok ekowisata Wahana Sarasah Talang Mandiri mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat oleh pihak TNKS Wilayah III Pesisir Selatan, Rabu (7/11/2018).

Selain kelompok ekowisata, pelatihan peningkatkan kapasitas masyarakat oleh TNKS Wilayah III Pessel bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Pesisir Selatan itu juga melibatkan BUMNag dan Pokdarwis di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai selama tiga hari di objek wisata Sarasah Talang Gunung Girik Lumpo.

Ikut juga dalam kegiatan ini Kabid Pengolaan Kawasan Hutan TNKS Wilayah I Sumbar Junaidi, staf TNKS Wilayah III Pessel Rika Putra Abbas, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel Mawardi Roska serta instruktur tubing dan arum jeram dari FAJI Sumbar.

Kabid Pengolaan Kawasan Hutan TNKS Wilayah I Sumbar Junaidi mengapresiasi kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat Wilayah III Pesisir Selatan.

“Ini positif dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat di dalam kawasan wisata TNKS, agar nantinya kelompok-kelompok masyarakat dan pemerintah di kawasan hutan benar-benar bisa memanfaatkan potensi wisata yang ada,” ujarnya.

Khusus bagi masyarakat serta kelompok ekowisata Wahana Sarasah Talang Mandiri, selain diberikan pelatihan oleh intruktur serta dari TNKS dan Pemkab Pessel, juga dibantu perlengkapan penunjang kegiatan ekowisata beripa 20 set tenda mini lengkap (kompor gas kecil, tali temali dan pompa oksigen), 5 buah tenda besar, 20 set tubing lengkap (helm, lifejacket ).

“Kita juga bantu kelompok WASTAN dan masyarakat berupa bibit,” tutur Junaidi.

Bibit tanaman yang dibantu itu adalah 2000 batang bibit tanaman kayu, 600 batang pete, 600 batang durian, 600 batang jengkol dan 200 batang coklat. “Agar nantinya ditanam di kiri-kanan di pinggir sungai dalam hutan TNKS,” jelasnya.

Dan itu semua harus benar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dan dilestarikan untuk kepentingan bersama serta menjaga ekosistem hutan, khususnya berada di kawasan TNKS, pinta Junaidi.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel Mawardi Roska mengatakan, Pemkab Pessel saat ini sedang gencar dan fokus dalam pengembangan kawasan pariwisata, seperti Carocok Painan dan Mandeh. “Semakin banyak potensi wisata di Pessel akan mendongkrak lagi kunjungan wisatawan ke daerah kita,” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat oleh TNKS Wilayah I Sumbar dan TNKS Wilayah III Pessel kepada kelompok ekowisata Wastan, BUMNag dan Pokdarwis di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai cukup positif, yang bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat, kelompok dalam menjadikan kawasan TNKS sekitarnya menjadi objek wisata edukasi.

“Hutan adalah rahmat yang wajib disyukuri. Karena hutan penghasil pabrik air dan oksigen yang menjadi kebutuhan pokok seluruh makluk hidup,” ujar Mawardi Roska. (Rega Desfinal)