Kembangkan Jamur, Posdaya TKD Payakumbuh Masuk Nominator Tingkat Sumbar

72

JURNAL SUMBAR | Payakumbuh –
Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Kelurahan Tigo Koto Dibaruah (TKD), Kecamatan Payakumbuh Utara menjadi nominator dalam lomba Posdaya tingkat Sumatera Barat.

Salahsatu keunggulan Posdaya kota itu adalah pengembangan budi daya jamur menjadi aneka ragam makanan yang memiliki nilai ekonomis.

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumbar, Parlagutan Nasution mengatakan, Posdaya TKD mampu menjawab 19 dari 26 kategori sosial yang selama ini menjadi PR pemerintah. Baik itu pemberantasan kemiskinan, menyelamatkan hidup anak yatim piatu, lansia, pengangguran, menekan angka kriminalitas maupun penyalahgunaan obat terlarang.

“Ada seribu lebih Posdaya yang kami nilai sejak Mei 2018 kemarin dan didapatkan enam Posdaya berprestasi yang kami masukan dalam penilaian akhir, salahsatunya Posdaya TKD,” papar Parlagutan Nasution saat menilai Posdaya TKD di kantor Lurah TKD, Rabu (14/11/2018).

Dikatakan,  enam nominator akan mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari LKKS Sumbar. Semua nominator akan diundang ke Padang untuk mengambil penghargaan.

“Pengumuman hasilnya akan kami sampaikan di Padang tanggal 18 Desember 2018 mendatang,” katanya.

Sementara itu Ketua Posdaya TKD, Fitria dalam penyampaiannya mengatakan, kunci sukses Posdaya TKD karena budi daya jamur yang telah berjalan selama 2 tahun terakhir. Saat ini, setiap keluarga yang membudidayakan jamur tersebut bisa meraup keuntungan Rp 300-750 ribu setiap harinya.

“Sekarang sudah ada 65 keluarga yang membudidayakan jamur. Rata-rata bisa menghasilkan 20-50 kilo setiap hari dengan penjualan Rp 15 ribu perkilo,” ujar Fitri.

Dijelaskan, secara keseluruhan setiap harinya produjai bisa mencapai 3 ton. Bahkan, Posdaya TKD telah melakukan kerjasama dengan sebuah Koperasi di Kabupaten Bogor untuk distribusi pasar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bahkan Koperasi ini juga mengimport jamur dari Posdaya TKD ke Negara Thailand.

“Permintaan kepada kami belum bisa terpenuhi. Para pengumpul dan koperasi selalu meminta target. Beberapa ada yang kami penuhi dan yang lain kami tolak karena memasang target cukup besar. Takutnya tidak terpenuhi dan konsumen kecewa,” kata Fitria.

Ia juga mengatakan sampai saat ini masih mengembangkan produksi jamur dan mensosialisasikan agar setiap keluarga di kelurahan Tigo Koto Dibaruah bisa membudidayakan jamur. Pasalnya, semakin lama permintaan semakin tinggi.

“Kalau bisa seluruh keluarga di Kelurahan TKD ini berbudi daya jamur. Soalnya permintaan semakin tinggi. Kami harap tahun depan bisa setiap hari mengeluarkan 10 ton jamur dari sini,” katanya.

Selain mengekspor jamur mentah kepada koperasi dan pengumpul, Posdaya TKD juga membuat aneka ragam makanan dari jamur. Seperti rendang, coklat, nugget, kue, permen dan lainnya. Aneka ragam makanan inipun dieksport ke Thailand dan Malaysia. yusrizal