PT Semen Padang Diharap Terus Berkontribusi Bagi Pembangunan Kota

Kunjungan Kerja DPRD Kota Padang

60

JURNAL SUMBAR | Padang – Koordinator Komisi II (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra mengatakan, kedatangan ke PT Semen Padang (PTSP) dalam rangka merajut kembali silaturahmi yang beberapa waktu sempat terganggu, karena sejumlah sebab.

“Terakhir pada pembahasan APBD 2019, pihak Semen Padang tidak bisa menghadiri pembahasan APBD di Bukittinggi,” ungkap Wahyu yang juga wakil ketua DPRD Padang, saat kunjungan kerja ke pabrik PTSP di Indarung, Jumat (19/10/2018) siang.

Walau sempat terganggu, Wahyu mengharapkan, kedepan hubungan harmonis yang sudah terjalin selama ini, kembali bisa berjalan baik.

“Yang paling penting itu, jalinan komunikasi bisa berlangsung baik sehingga Semen Padang terus berkontribusi bagi pembangunan Kota Padang,” pungkas Wahyu.

Rombongan DPRD Padang yang dipimpin Wahyu ini, disambut Dirut PTSP, Yosviandri bersama sejumlah direksi dan staf.

Bersama Wahyu ikut hadir anggota Komisi II DPRD Padang di antaranya Rafli (ketua komisi), Miswar Jambak, Dasman, Faisal Nasir, Ilham Maulana dan Amrizal Hadi.

Dalam paparannya, Yosviandri mengatakan, di tengah persaingan yang tajam industri persemenan nasional, perseroan saat ini sedang giat memperdalam dan memperluas pasar di Sumatera.

“Dalam holding Semen Indonesia Group, PT Semen Padang mendapat penugasan untuk fokus menggarap pasar Sumatera. Di Sumatera, PT Semen Padang masih menjadi market leader dengan market share di atas 42-44 persen,” katanya.

Yosviandri mengakui, sebagai dampak persaingan dalam lima tahun terakhir kinerja PT Semen Padang mengalami penurunan.

“Saat ini PT Semen Padang juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya over supply dimana rata-rata produksi semen hanya diserap sebesar 66 persen. Sekarang industri semen Cina tengah gencar masuk dan melakukan penetrasi ke pasar Indonesia. Termasuk ke wilayah Sumatera,” ujarnya.

Menurut mantan Direktur Pemasaran PT Semen Indonesia, PT Semen Padang harus terus berupaya untuk menghadapi tantangan tersebut dengan meningkatkan daya saing.

“Di balik tantangan itu, perseroan juga memiliki peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Salah satu peluang tersebut adalah pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru sepanjang 140 km yang akan digarap PT Hutama Karya dan peluang program dana desa di Sumatera Barat yang nilainya mencapai Rp 40 miliar yang digunakan untuk pembangunan fisik yang pasti membutuhkan semen.

“Manajemen PT Semen Padang berharap dapat melewati tantangan dan mampu menangkap peluang-peluang tersebut, sehingga kembali bisa survive di tengah sengitnya persaingan,” kata Yosviandri.

PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara berdiri sejak 18 Maret 1910.

BUMN ini pada 2017 memproduksi semen sebanyak 7,4 juta ton, mencatatkan laba bersih Rp 498,76 miliar lebih. Laba 2017 ini turun dari laba tahun 2016, sebesar Rp 723 miliar. (adv)