Tim penilai verifikasi Bumnag Nilai Enam Bumnag Percontohan Di Sumbar.

67

JURNAL SUMBAR  | Padang –  Enam Badang Usaha Milik Nagari (Bumnag) percontohan di 6 kabupaten/kota Sumbar, menunggu hasil verifikasi sebagai yang terbaik. Tim penilai akan membahas hasilnya pada Senin, (12/11). Verifikasi ini merupakan inovasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar.

Ke 6 bumnag yang diverifiakasi adalah Bumnag Pakandangan Emas, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Bumdes Kumbayau Maju Bersama Kecamatan Talawi Desa, Kota Sawahlunto, Bumnag Bukik Sakumpua Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, Bumnag Sumpur Kudus Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Bumnag Ganto Kinali Nagari Kinali Kecamatan KinaliKabupaten Pasaman Barat, Bumnag Koto Baru Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

“Pembahasan hasil verifikasi ini akan dilakukan Senin (12/11). Verifikasi ke 6 bumnag/bumdes percontohan itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Desrianto Boy Kabid Ekonomi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar.

Desrianto Boy menyebutkan tim penilai terdiri dari Dinas PMD Provinsi Sumbar, BNI 46, Disperindag Provinsi Sumbar, Koordinator Wilayah III P3MD KPW Wilayah II Sumbar. Bumnag terbaik akan mendapatkan reward, piala, studi banding, dan penguatan permodalan.

“Penilaian dalam rangka pembinaan terhadap bumdes/bumnag yang tergolong berhasil, berprestasi di tingkat kabupaten/kota. Kita jadikan mereka itu ditingkat Sumbar. Sementara ini belum ada ke jenjang nasional. Kita sedang menunggu dari pusat,” tambahnya.

Disampaikan Desrianto Boy, penilaiannya masing-masing ada indikatornya, diantaranya indikator kelembagaan, indikator regulasi, indikator keuangan dan juga swadaya dan partisipasi masyarakat.

“Masing-masing bumnag ada inidikator peniliaan. Ke 6 bumnag/ bumdes itu merupakan bumnag/bumdes percontohan. Awalnya 14 yang diusulkan, setelah diseleksi ditetapkan 6 bumnag/bumdes,” bebernya.

Dengan verifikasi ini sambung Desrianto Boy, bumnag/bumdes komitmen dengan rencana kerjanya. Jika komitmen itu dipegang teguh, mudah-mudahan bumnag/bumdes akan berhasil.

“Soalnya rencana kerja itu sudah ditetapkan, disahkan, oleh walinagari, kepala desa. Karena ini salah satunya, di dalam usahanya simpan pinjam, pemanfaatan lahan tidur yang dijadikan lahan produktif. Jadi, harus komitmen,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Syafrizal Ucok mengatakan verifikasi ini baru pertama kali dilakukan dan itu hanya di Sumbar. Kegiatan ini untuk memotivasi bumnag/bumdes.

“Tujuannya untuk memotivasi Bumnag/bumdes agar bisa berkompetisi dan yang terbaik bisa menjadi contoh bumnag-bumnag yang lain. Bagi bumnag yang berhasil tentu diberikan reward. Ini juga pembinaan kepada mereka,” ujar Syafrizal.

Menurut Syafrizal Ucok, perkembangan bumnag/bumdes di Sumbar cukup pesat. Hampir 200 bumnag/bumdes yang dibantu permodalan oleh Kemendes PDTT, selain dari dana desa di setiap nagari/desa.

“Rp50 juta dapat bantuan permodalah Bumnag akan berlanjut pada 2019. Sekitar 200 lagi dari 928 nagari /desa sudah hampir 60 persen yang membentuk bumnag, jadi belum semuanya yang membentuk bumnag,” ucapnya.

Guna menunjang kelangsunga bumnag/bumdes, Syafrizal menyurati bupati agar hasil-hasil produksi petani bisa ditampung di bumnag/bumdes. Dengan cara itu nantinya bumnag/bumdes mempunyai sumber pendapatan asli desa (PADesa)

“Saya menyurati Bupati, meminta Bupati dalam rangka menampung hasil-hasil produksi petani yang selama ini dijual melalui tengkulak, dan kemudian hasil-hasil ini pada waktu melimpah perlu ditampung. Badan penampung itu bumnag. Bumnag dengan adanya punya modal punya manajemen,” ungkapnya. (Rilis)