PORPROV 2018

Oleh: Irwan Prayitno

62

Alhamdulillah, Porprov Sumbar XV tahun 2018 telah berlangsung dengan baik dan lancar di Kab. Padang Pariaman dan Kota Pariaman pada November 2018 lalu. Juara umum kembali disandang oleh Kota Padang, diikuti oleh Kab. Padang Pariaman di posisi kedua, dan Kota Bukittinggi di posisi ketiga.

Saya mengapresiasi pembukaan Porprov yang begitu meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain itu saya juga mengapresiasi panitia dan berbagai pihak terkait yang telah bekerja keras menyiapkan segala hal terkait Porporv. Baik dalam penyiapan venue untuk pertandingan cabang olahraga maupun hal pendukung lainnya yang turut memperlancar jalannya Porprov. Semoga dari ajang Porprov ini lahir atlet-atlet terbaik dari setiap cabang olahraga.

Porprov 2018 mempertandingkan 35 cabang olahraga. Selama Porprov berlangsung, saya menyempatkan hadir melihat langsung jalannya pertandingan beberapa cabang olahraga sekaligus memberikan dukungan moral kepada para atlet. Saya mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan prestasinya secara optimal di Porprov 2018, serta para pelatih dan official yang telah bekerja keras.

Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) adalah upaya menghidupkan olahraga prestasi di tengah masyarakat. Jika olahraga prestasi diwujudkan dengan Porprov maka olahraga nonprestasi diwujudkan dengan pelaksanaan kegiatan olahraga mandiri oleh masyarakat maupun lembaga yang berguna menjaga dan memelihara kesehatan, baik kesehatan fisik dan kesehatan mental.

Porprov juga ajang seleksi mencari atlet terbaik yang akan mewakili Provinsi Sumbar di kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya seperti Porwil (tingkat Sumatra) dan PON (tingkat nasional) atau kompetisi cabang olahraga tingkat nasional lainnya. Diharapkan, masing-masing induk cabang olahraga bersama KONI bisa memberikan perhatian kepada para atlet terbaiknya yang menjadi juara di Porprov. Dengan demikian mereka bisa dipersiapkan untuk mengikuti PON 2020 di Papua maupun kejuaraan nasional lainnya.

Sementara itu, ada sisi lain dari sebuah pelaksanaan pertandingan olahraga, yaitu kompaknya para suporter atau pendukung memberikan dukungan kepada timnya yang sedang berlaga. Sehingga tak salah jika olahraga bisa menjadi faktor pemersatu bangsa dan daerah. Selain itu, manfaat ekonomi dari adanya sebuah kegiatan atau pertandingan olahraga juga sering muncul di setiap perhelatan pertandingan olahraga. Sehingga setiap penyelenggaraan pertandingan olahraga, masyarakat kecil maupun UKM mendapat manfaat ekonominya.

Pertandingan olahraga juga bisa menjadi sebuah bentuk hiburan bagi masyarakat, seperti pertandingan sepak bola dan kejuaraan badminton. Masyarakat berduyun-duyun datang untuk menikmati jalannya pertandingan tersebut. Di bangku sekolah, olahraga menjadi sebuah mata pelajaran yang berisi praktik dan pengetahuan bagi siswa sehingga siswa semakin mengenal seluk beluk olahraga.

Dalam rangka mendukung perkembangan olahraga di masyarakat, pemerintah juga menyediakan arena untuk setiap cabang olahraga. Seperti stadion untuk sepak bola, hall untuk badminton, voli dan basket. Kemudian kolam renang, lapangan tenis, dan lainnya. Dan kini, pihak swasta pun ikut menyediakan arena untuk cabang olahraga tertentu seperti kolam renang, lapangan futsal, hall badminton dan basket, maupun cabang olahraga lainnya.

Dari sekian banyak cabang olahraga, penonton yang paling ramai selalu dipegang oleh cabang olahraga sepakbola. Antusias para pendukung klub atau grup sepakbola dibuktikan dengan kehadiran mereka di stadion dengan jumlah yang banyak dan sering tidak kebagian tiket masuk saking banyak jumlahnya.

Di Sumbar, sejauh ini Stadion GOR H. Agus Salim masih menjadi andalan untuk tempat pelaksanaan pertandingan sepak bola. Sudah beberapa kali saya menyaksikan langsung pertandingan sepak bola di Stadion GOR H. Agus Salim, terutama pertandingan Semen Padang. Kapasitas stadion 10.000 tempat duduk atau 20.000 penonton sudah tidak muat menampung penonton. Stadion sudah penuh dengan komunitas Spartacks dan The Kmers. Selain stadion yang penuh dengan penonton, area parkir sangat terbatas, dengan lokasi di pusat kota yang sudah dikelilingi berbagai bangunan di sekitarnya.

Melihat hal demikian, maka Pemprov mempersiapkan sebuah stadion baru yang menyediakan kapasitas penonton lebih banyak, area parkir yang luas, dan lokasinya bisa memberikan kenyamanan. Kawasan stadion baru ini luasnya 38,5 hektare yang mana untuk gedung stadion dan parkir depan luasnya lebih kurang 6 hektare. Stadion terdiri dari 4 lantai, kursi single seat, dengan 35.000 penonton. Stadion baru berada di Sikabu Kab. Padang Pariaman berjarak lebih kurang 32 kilometer dari Kota Padang dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit, dan jika dari BIM berjarak 18 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit.

Dengan pembangunan stadion baru, maka tersedia fasilitas untuk pertandingan olahraga sepak bola yang modern sehingga stadion ini bisa dipakai untuk klub sepak bola maupun pertandingan sepak bola. Dan masyarakat yang gemar sepak bola juga bisa menikmati stadion baru ini untuk menonton pertandingan klub kesayangan mereka maupun pertandingan sepak bola lainnya.

Di samping itu, stadion baru juga akan dipergunakan untuk kegiatan taraf nasional. Insya Allah, jika pembangunan stadion berjalan lancar maka pada 2020 stadion baru bisa dipergunakan untuk pembukaan MTQ Nasional.

Semoga dengan semakin bertambahnya fasilitas olahraga modern di Sumbar turut menambah semangat masyarakat berolahraga. Dan bagi atlet bisa semakin berprestasi di bidangnya masing-masing. Sehingga turut berperan dalam menyukseskan pembangunan. ***