Jaringan Perantau Minang Se Dunia Dukung Pembangunan “Surau” di Sydney Australia

553

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Burmalis Ilyas, Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network Global (MDN-G) didampingi oleh Sylvia Djardjis Husman selaku Dewan Pembina dan Pendiri MDN-G, Herman Kamra selaku Vice Presiden MDN-G, Mulyeni selaku Vice General Treasurer, Arif, Executive Secretary MDN-G menerima kunjungan Novri Larif, Perantau Minang Sydney Australia bersama Denni Azani Latif, pengacara Minang sukses di Jakarta, yang juga pemilik RS Petukangan Jakarta Selatan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Prof. DR. Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Mantan Ketua Umum Gebu Minang, Aristo Munandar, Anggota DPRD Provinsi Sumbar di Sekretariat Yayasan Minang Diaspora Network Global jln Dempo Kebayoran Baru Jakarta Selatan, tanggal 26 Desember 2018.

Dalam pertemuan dengan Prof. DR. Fasli Jalal, Dewan Pembina MDN-G dan jajaran Dewan Pembina dan Pengurus MDN-G, Nofri Latief mempresentasi tentang program Surau Sydney Australia.

Novri Latif menyampaikan visi dan misi untuk merealisikan keinginan masyarakat Minang di Sydney untuk membangun “Surau”  yang fungsinya tidak semata tempat dilaksanakan ibadah mahdah (shalat, thadarus dan pengajian majelis ta’lim), tapi juga menjadikan Surau sebagai wadah untuk mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlak) Islami serta nilai nilai adat dan budaya serta penerapan bahasa Minang ke generasi muda Minang Sydney Australia

Dijelaskannya, tujuan utama dari pendirian Surau Sydney Australia adalah sebagai sebuah organisasi yang legal di Australia dan menfokuskan kegiatannya dalam meraih kepercayaan masyarakat, dengan menyiapkan program-program kerja dan pendanaan untuk membeli property (Surau), yang kemudian akan diserahkan kepada Dewan Mesjid yang nantinya akan dipilih oleh Masyarakat Minang.

Target pendanaan adalah 1.2 -1.9 Juta Australian dollars dengan harapan kontribusi dari anggota pendiri dengan kontribusi $1.000 Australian dollar, pinjaman tanpa bunga dari masyarakat muslim di Sydney, donasi dari anggota SSA, masyarakaat Minang di Sydney dan masyarakat muslim pada umumnya.

Juga diharapkan donasi dari Minang Dispora Network, yang berdomisili di tanah air, maupun yang di luar negeri, serta funding dari Indonesian & Australian government.

Dana yang terkumpul, yang sebagain terbesar dari masyarakat Minang di Sydney hingga  tanggal 29 December 2018 sebesar A$243,968.07 (Rp. 2.4 milyar). Target pendanaan sebesar AU$ 1.9 Million (19 Milyar).

“Pembelian properti akan bekerjasama dengan Bank Syariah yang ada di Sydney Australia, sehingga bisa dicicil selama 30 tahun,” sebut Novri Latif.

Dikesempatan yang sama, Prof Fasli Jalal mencetuskan ide untuk meyelenggarankan festival seni dan budaya Minang dengan kolaborasi antara MDN (Minang Diaspora Network) & MSS (Minang Saiyo Sydney) /SSA (Surau Sydney Australia) dengan Pemprov Sumbar, yang diharapkan team MSS/SSA Sydney melakukan penjajakan penggunaan Opera House of Sydney yang diharapkan untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia di Sydney dan di tanah air.

“Keuntungan dari penyelenggaraannya akan disalurkan untuk pembangunan Surau Sydney Australia,” ujarnya.

Novri Latif optimis dengan semangat yang telah diperlihatkan oleh masyarakat Minang di Sydney dan dukungan penuh dari MDN. “Pengurus Surau Sydney Australia yakin pembangunan “Surau” di Sydney akan bisa besama sama diwujudkan,” ujarnya. “Untuk itu, bantuan moril dan materil dari seluruh masyarakat Minang dan Indonesia  sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Keesokan harinya, pada tanggal 27 Desember, Novri Latif dan Pengurus MDN-G berkunjung ke Kantor Yayasan Diaspora Indonesia di daerah Sudirman, dan menemui DR. Dino Patti Djalal selaku Chairman Indonesian Diaspora Network Global (IDN-G) dan sekaligus Presiden MDN-G.

DR. Dino Patti Djalal menyarankan agar Surau Sydney Australia bisa sekaligus menjadi tempat pendidikan seperti madrasah dan kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Ia mengharapkan agar Surau Sydney Australia tidak ekslusif dan mengajak komunitas muslim Indonesia dan bangsa lainnya dalam menyukseskan program Surau Sydney Australia ini.

Menurut Burmalis Ilyas, semua yang hadir mendukung dan secara spontan ikut sebagai pendiri dari Indonesia. “Dalam seminggu, komitmen dana sudah mencapai angka lebih kurang 15000 Australia Dollar atau setara 160 juta,” sebutnya.

“Sebagai bentuk dukungan masyarakat Minang seluruh dunia, Pengurus MDN-G menghimbau seluruh masyarakat Minang di belahan bumi manapun untuk mendukung program pembelian Surau ini,” tegas Rang Salido Pesisir Selatan itu. Rilis MDN-G