Padang Pariaman Harus Jadi Etalase Sumatera Barat

102

Jurnal Sumbar | Paritmalintang – Perkembangan Kabupaten Padang Pariaman di masa kepemimpinan Drs.H. Ali Mukhni dan H. Suhatri Bur sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi bagus di atas rata-rata nasional dan Sumatera Barat.

Proyek dan kegiatan nasional banyak pula dilaksanakan di daerah ini. Hal itu diungkapkan Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-186 di Hall Ibukota Padang Pariaman, Jumat 11 Januari 2019.

“Perkembangan Padang Pariaman sangat bagus. Ini disebabkan salah satunya oleh kekompakan Bupati dan Wakil Bupatinya. Mereka.seiring sejalan.dan saling memperkuat sehingga bisa pula membangun hubungan harmonis dan bersinergi dengan DPRD Padang Pariaman,” ungkap Leonardy.

Tanpa kekompakan keduanya, dan tanpa dukungan penuh jajaran, masyarakat dan mitra legislatif, mustahil Padang Pariaman bisa membawa berbagai program dan kegiatan nasional ke daerahnya. Pasti banyak daerah yang berupaya mendapatkannya dan ternyata tanagn dingin Bupati berhasil mendapatkannya.

Leonardy mencontohkan, Main Stadion yang termegah di Asia Tenggara, Asrama Haji yang termegah di Sumatera, Balai Pendidikan Pelayaran Indonesia Barat (BPPIB), Politeknik Pelayaran, gerbang tol Sumbar-Riau dibangun di Padang Pariaman. Asrama haji yang nyaris dihentikan, bisa dilanjutkan berkat kepiawaian Bupati Ali Mukhni. Untuk BPPIB saja sampai siap nanti nilainya Rp2 triliun dan kini telah mengalirkan dana ke daerah Rp800 miliar.

Bahkan, sejumlah lembaga pendidikan milik lembaga negara dan perguruan tinggi bakal memilih Padang Pariaman sebagai pusat kegiatan mereka. Tarok City seluas 700 hektar yang sedang giat-giatnya dikembangkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman itulah yang menjadi pusat pertumbuhan baru di daerah yang belum lama memindahkan ibukotanya ke Parit Malintang.

Paling fundamental adalah pembangunan Masjid Raya di depan Kantor Bupati Padang Pariaman. Rencananya jadi masjid termegah di Sumatera. Ini menandakan pemerintah kabupaten memperhatikan sekali kehidupan beragama dan fasilitas keagamaan bagi aparatur di lingkungannya.

Masjid Agung Syekh Burhanuddin Ulakan pun terus dilaksanakan. Begitu juga dengan kawasan makam Syekh Burhanuddin, ulama besar yang tiap tahun diziarahi ribuan orang setiap tahunnya. Artinya pemerintah kabupaten peduli dengan pariwisata daerahnya. “Jembatan saja bisa jadi destinasi wisata. Dengan kekompakan semua komponen diharapkan Padang Pariaman menjadi etalase Sumbar kr depannya,” ujar pria yang akrab dipanggil Bang Leo itu.

Gubernur Sumbar Prof. Dr. H Irwan Prayitno, juga mengapresiasi perkembangan Padang Pariaman. Lewat rangkaian pantunnya Gubernur menyatakan kekompakan Bupati dan Wakil Bupati mendorong kemajuan daerah itu. Begitu pula dengan besarnya dukungan legislatif, OPD dan masyarakat Piaman baik di ranah maupun rantau.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Pariaman H. Faisal Arifin, S.IP saat membuka rapat paripurna menyatakan, “Ini peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman yang kita rayakan setelah terbitnya Perda Nomor 16 Tahun 2014.”

Dia mengajak hadirin untuk menjadikan Hari Jadi Kabupaten sebagai momentum untuk berkarya nyata untuk kesuksesan pembangunan Kabupaten Padang Pariaman.

Bupati Drs. H. Ali Mukhni menyebutkan semua program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Padang Pariaman adalah tanda pemerintah memerhatikan warganya. Semua upaya meraih proyek nasional ke Padang Pariaman adalah demi masyarakat Padang Pariaman.

“Saatnya rakyat menikmati semua pembangunan yang kita laksanakan di daerah ini,” tegasnya. (ES)