Perawat Protes Pembagian Jasa Medis, Ini Penjelasan Direktur RSUD M Zein

308

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Beberapa perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan melakukan aksi protes terhadap manajemen rumah sakit, Selasa 19 Februari 2019.

Aksi protes yang berlangsung di halaman rumah sakit dipicu adanya pemotongan jasa medis pelayanan terhadap seluruh perawat.

Direktur RSUD M. Zein Painan, Sutarman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejumlah perawat melakukan aksi protes, dan meminta jasa pelayanan untuk dinaikan kembali seperti semula.

“Benar, ada sekitar 50 orang perawat. Itu soal jasa pelayanan yang berkurang dari remun sebelumnya,” sebut Sutarman di ruang kerjanya.

Sutarman menjelaskan, persoalan jasa pelayanan tersebut terjadi setelah adanya kebijakan manajemen untuk merubah remunerasi, diantaranya dengan memotong jasa pelayanan perawat dan manajemen serta menaikan remunerasi untuk dokter spesialis.

“Sebelumnya sudah kami sampaikan juga, tapi karena para perawat masih belum menyetujui, akhirnya jasa pelayanan setiap perawat, dokter dan manajemen, kami kembalikan seperti semula,” jelasnya.

Menurut Sutarman, biaya remunerasi jasa pelayanan rumah sakit dikeluarkan manajamen, bekisar 42 persen dari pendapatan BLUD. “Totalnya Rp 2,058 miliar dari Rp 49 miliar pendapatan rumah sakit,” ucapnya.

Dijelaskannya, kebutuhan remunerasi di RSUD M. Zein Painan dibagi untuk 600 orang tenaga medis, masing-masingnya 27 orang dokter spesialis, 15 dokter umum, dan ditambah tenaga manajemen dan perawat rumah sakit.

“Nanti kami akan datangkan tim penilai soal pembagian jasa medis ini. Kita datangkan rencananya dari RSUD di Bogor. Sekarang, sudah kami kembali seperti biasa, sampai ada solusi yang lebih tepat,” tutupnya. (Rega Desfinal)