Prof Emiritus: UNP dan UCYP Malaysia Gencarkan Pengembangan SDM Berbasis Islami

78

JURNAL SUMBAR | Padang — Kompetensi pendidikan islam menghadapi era disrupsi dimana banyak “kekacauan” dalam segala bidang dampak dari pergeseran paradigma dalam hidup era digital (Revolusi Industri 4.0) menjadi topik bahasan utama peserta Konferensi Internasional ke-5 tentang Islam dan Pendidikan Tinggi 2019 di Auditorium UNP, Selasa (19/2) lalu.

Professor Emeritus Dato’ Dr. Ahmad bin Haji Zainuddin Naib Canselor University College of Yayasan Pahang (UCYP) dalam perbincangannya disela-sela konferensi internasional itu, Rabu (20/2) mengungkapkan guru harus dilatih memahami kultur dan kewargaan di dunia global. Memahaminya akan membantu dalam berkreasi sesuai dengan kebutuhan dan kecenderungan tren masyarakat dunia. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat bermanfaat dan bernilai lebih baik dari dimensi ekonomi, sosial, budaya dan teknologi.

“Hal ini sangat penting dimana sebuah produk yang diajarkan di kelas harus memiliki nilai kebermanfaatan tinggi untuk kebaikan manusia. Paling tidak, melaui Konferensi 5th Internasional Conference on Islam and Higher Education (ICIHE) yang cukup banyak kertas kerja (makalah–red) ditawarkan beberapa konsep bagaimana pendidikan masa depan menjadi lebih baik terutama yang berkelindan dengan era milenial-disrupsi,” kata Naib Canselor UCYP Ahmad bin Zainuddin.

Dikatakannya, di abad 21 kompetensi adaptability atau mampu beradaptasi dengan baik mesti dimiliki kalangan pendidik. Karena Revolusi Industri 4.0 memiliki karakter yang tidak tetap, dinamis, bahkan cenderung memiliki kebenaran multi (multy reality) seperti halnya era post-truth, maka adaptabilitas harus dimiliki oleh manusia.

“Setelah mengetahui tren global, tugas utama dari seorang individu termasuk guru adalah beradaptasi sesuai dengan tren lalu kemudian menciptakan tren baru (trendsetter) yang islami,” ujarnya.

Menyoal University College of Yayasan Pahang (UCYP), Dato’ Ahmad bin Haji Zainuddin mengungkapkan pendirianya pada 1992 oleh Yayasan Pahang dan universitas terkemuka di negara bagian Malaysia ini akan menyambut penubuhannya (Dies Natalis–red) yang ke-27 tahun 2019 ini.

Ditambahkanya, saat ini UCYP berupaya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang selaras dengan industri untuk kemajuan masyarakat.

“Jadi melalui kolaborasi bersama UNP ini, UCYP telah mengimplementasi pertumbuhan regional dalam pengembangan sumber daya manusia di masa depan,”ungkapnya. (Humas UNP/Agusmardi)