Tangkal Hoaks dan Fitnah, Leonardy Ajak Mahasiswa Sumbar Tabayyun

56

JURNAL SUMBAR | Padang — Leonardy Harmainy, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mengajak mahasiswa Sumatera Barat bisa ikut berperan aktiv menangkal berita hoaks dan fitnah yang saat ini marak ditebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, baik itu melalui media sosial (Medsos) maupun dunia nyata.

Hal itu disampaikan Leonardy Harmainy saat menambahkan informasi ketika diminta Ketua DPD RI, Dr Oesman Sapta yang menjadi nara sumber dalam Dialog Nasional, dengan tema “Pemilu 2019 yang Daman, Aman, Tertib dan Badunsanak dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan” yang dihelat Gebu Minang Sumbar di Auditorium UNP, Sabtu (23/2).

Menurut Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009, nilai-nilai kebangsaan di era globalisasi saat ini sudah mulai luntur. Apalagi menjelang Pilpres 2019 ini, sangat banyak berita hoax dan fitnah yang sengaja ditebarkan pihak-pihak tertentu untuk membuat perpecahan bangsa.

“Jadi kepada mahasiswa Sumbar, saya minta bisa ikut membantu menangkal berita hoax dan fitnah yang marak saat ini. Mari kita berikan pemahaman kepada masyarakat, jangan karena bedah pilihan kita menjadi ribut dan pecah,”kata Leonardy Harmainy, mantan Majelis Pimpinan Wilayah Ketua Pemuda Pancasila Sumbar tersebut.

Leonardy Harmainy, yang saat ini kembali maju sebagai Calon DPD RI periode 2019-2023 menjelaskan teknologi informasi yang telah menjadi kebutuhan saat ini mengharuskan setiap orang untuk selektiv dalam memutuskan masalah, baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.

“Secara agama, fitnah-fitnah yang bertebaran harus dicari kebenaranya, harus tabayyun, memeriksa dengan teliti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Leonardy Harmainy menjelaskan, dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik.
Oleh karena itu, pantaslah “urang Minang” yang mengandung simbol universal dan adatnya bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak meyesal di kemudian hari.

“Perilaku gosip telah menjadi penyakit masyarakat ini tidak disadari oleh kebanyakan pecandunya, bahwasanya menyebarluaskan gosip itu ibarat telah saling memakan daging bangkai saudaranya sendiri,” ungkapnya. (Agusmardi)