Bicara Soal Pemilu, Ini Kata Ketum LHK Sumbar Bengkulu

36

JURNAL SUMBAR | Bengkulu – Pemilihan Umum (Pemilu) hanya tinggal menghitung hari. Tepat pada 17 April 2019 mendatang Pemilu pun digelar. Terkait Pemilu yang hanya tersisa sekitar 31 hari lagi itu, Ketua Umum Lembaga Himpunan Keluarga Sumatera Barat (Ketum LHK Sumbar) Propinsi Bengkulu, Ir Haji Sudirmam Saleh, MM, pun angkat bicara.

Disela-sela menyambangi para pedagang di Pasar Bengkulu, Ketum LHK Sumbar Propinsi Bengkulu, Ir Haji Sudirmam Saleh, MM yang juga Calon Legislator Propinsi Bengkulu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Pemilihan Kota Bengkulu yang bernomor urut 8 itu juga mengajak warga kota untuk tidak golput pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Bahkan ia sendiri menyatakan tidak akan golput dan memilih dalam Pemilu  serentak 2019 ini. “Saya tetap memilih yang lebih baik dari yang tersedia. Saya memilih yang agak bagus dari yang kurang bagus,” kata putra asli Air Haji Pesisir Selatan, Sumbar itu pada Sabtu (16/3/2019) sore pada Muchdimon Muchlis kontributor Jurnal Sumbar.Com dari Bengkulu.

Sudirman Saleh menilai golput dalam Pemilu sebagai tindakan yang merugikan calon pemilih. “Dia memilih atau tidak memilih pemimpin harus lahir. Secara elektoral golput merugikan dia,” kata Sudirman.

Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, kata Sudirman, golput boleh-boleh saja dan tidak melanggar hukum. Tidak boleh ada paksaan orang memilih atau tidak memilih dalam pemilu. Tapi, dalam rasionalitas politik golput itu merugikan. Saya mengajak orang untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput karena itu hadiah konstitusi,”ucap pengusaha sukses itu.

Menurut Sudirman Saleh,  orang yang tidak memilih berarti dia memberi kesempatan kepada orang yang pilihannya lebih jelek. Menurut dia, keputusan untuk golput biasanya dilakukan orang-orang yang memiliki pikiran idealis. “Sehingga hanya menginginkan calon yang betul-betul bagus. Karena menganggap tidak ada yang bagus, maka tidak memilih,”jelasnya.

“Nah, kalau kemudian berpikir tidak ada calon yang bagus lalu dia golput, itu merugi. Golput merupakan hak setiap warga negara yang tidak bisa dipaksakan,”tambah Sudirman. Muchdimon/saptarius