Bupati Hendrajoni Minta Soal TKA di Pelangai Gadang Tidak Dipolitisir

2588

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Pemerintah Daerah Pesisir Selatan minta isu keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam proses pengerjaan PLTMH di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir tidak diprovokasi, dan bisa berfikir positif.

“Kita saat ini tengah melakukan pembangunan yang sangat besar, investasinya luar biasa besar, jangan kita sia-siakan hanya dengan isu TKA,” ucap Bupati Hendrajoni.

Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah itu adalah bergerak di bidang ketenagalistrikan, dan memang dalam proses pembangunannya, investor melibatkan Tenaga Kerja Asing, yakninya dari China.

“Kalau tenaga kerjanya yang ahli memang berasal dari China, tapi jangan salah, mereka juga merekrut pekerja masyarakat setempat,” tuturnya.

Bupati menjelaskan, adapun Pekerja Asing dalam pengerjaan PLTMh tersebut sebanyak 17 orang, 2 diantaranya bolak-balik, dan 15 orang diantaranya menetap hingga proses pengerjaan selesai, akan tetapi, pribumi yang bekerja disana sebanyak 40 orang,” terangnya.

Bahwasanya investasi besar yang dilakukan oleh PT. Dempo Sumber Energi melibatkan investor dari luar negeri, salah satunya adalah China, jadi apapun komitment antara kedua belah pihak, pemerintah daerah setempat tidak dilibatkan.

“Jadi kita tidak tahu, apa isi perjanjian mereka, yang jelas, kita akan terima dengan tangan terbuka ada investor yang berminat masuk ke daerah kita, kalau kita tutup tangan, kapan majunya, maka dengan itu, isu ini jangan dipolitisir terutama bagi tokoh masyarakat,” jelasnya.

Hendrajoni juga mengakui, bahwasanya keberadaan ini pengadaan energi terutama listrik sangatlah vital, namun sering mengalami kekurangan energi listrik.

“Yakinlah, jika PLTMH ini selesai, yang akan menikmati kita juga nantinya, tidak lagi kekurangan pasokan energi listrik, usaha rakyat akan berjalan lancar,” tegasnya.

Selanjutnya, terkait dengan isu TKA ia juga mengingatkan agar tidak diprovokasi, dan jangan sampai mempengaruhi kerja sama yang tengah berjalan dengan baik.

Maka dari itu, melihat perkembangan dunia saat ini berfikir positif sangatlah menentukan arah kebijakan dan pembangunan kedepannya.

“Sumbar dan indonesia umumnya tengah melakukan pembangunan besar, mari kita dukung dan support tentang itu,” akhirnya. (Rega Desfinal)