Didampingi Danrem 032/Wbr, Kepala BNPB Kunker ke Padang

61

JURNAL SUMBAR | Padang -Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P dampingi Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Doni Monardo dalam kunjungan kerjanya ke Padang Sumatera Barat, Jum’at 29 Maret 2019, kunjungan ini diawali dengan kegiatan Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada pukul 14.00 Wib.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, pada acara Rapat Koordinasi Mitagasi Bencana Tsunami mengatakan, berharap pohon yang sudah ditanam bisa terawat dengan baik, serta adanya partisipasi dan peran masyarakat untuk menjaganya dengan baik.

Wagub juga menyampaikan pemerintah terus mendukung upaya program penanaman sejuta pohon di Pesisir Pantai sebagai mitigasi bencana tsunami dan sekaligus bisa menahan derasnya laju gelombang.

Adapun jenis pohon yang ditanam saat ini adalah pohon cemara udang, dengan jumlah yang ditanam 3.000 pohon yang sangat berguna untuk mitigasi bencana. Kegiatan ini akan terus berlanjut ke beberapa daerah pesisir pantai lainnya, diantaranya, Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai, dengan harapan selama tiga sampai lima tahun kedepan daerah pesisir pantai di Sumbar akan hijau semua, ini akan menjadi benteng dari gelombang besar, tegasnya.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak BNPB yang telah membawa program ini ke Sumbar.

“Program ini harus kita laksanakan segera, karena potensi gempa 8,8 SR masih mengancam kita, untuk itu perlu kepedulian masyarakat bisa menjaga dan merawat pohon-pohon yang ditanam,” kata Wagub.

Wagub juga mengajak agar Kabupaten Kota yang terkait dengan kegiatan mitigasi bencana tsunami dapat menganggarkan untuk kegiatan penanaman sejuta pohon.

“Membuat hutan pantai bagi provinsi yang rawan tsunami, butuh biaya, untuk itu perlu komitmen bagi kabupaten kota menanggarkan pada APBD yang bisa dialokasikan untuk mitigasi bencana,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menyampaikan, bahwa Presiden RI direncanakan akan mengunjungi Kota Padang, Sumatera Barat untuk menghadiri gerakan penanaman satu juta pohon namun waktunya belum dipastikan.

Doni mengatakan, tsunami adalah mesin pembunuh nomor satu karena saat menyapu daratan tidak ada yang bisa menghambat. Ia mencontohkan, negara Jepang yang membangun tanggul anti tsunami pun gagal, dihantam tsunami.

“Untuk itu penanaman pohon di sepanjang pesisir pantai sangat efektif dalam meminimalisir risiko bencana, karena pohon dapat menahan gelombang air laut,” ucap Doni Monardo.

“Ini merupakan upaya kita, sebab untuk mitigasi bencana ini tidak setahun atau dua tahun saja. Namun, skala jangka panjang, apalagi pohon ini akan tumbuh besar hingga 10 atau 20 tahun ke depan, ini dampak manfaat akan terlihat nantinya,” tambahnya.

Komandan Kodim 0312/Padang Letkol Czi Rielman Yudha menyampaikan melalui paparanya sebagai pelaksana penanaman sejuta pohon diwilayah Kodim 0312/Padang, yang telah memulai melaksanakan kegiatan penanaman sejuta pohon ini dari tanggal 15 Maret 2019 sampai sekarang yang diawali dari pantai Lapas muaro Padang sampai ke pantai Pariaman dengan jenis pohon yang ditanam seperti Cemara Udang, Pulai dan Akar Wangi dengan menggunakan BIOS 44 Produk Korem 032/Wirabraja dengan menggunakan BIOS 44 diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan subur.

“Ada berapa daerah yang kita tanami pohon, untuk jenis pohonnya, yakni Cemara Udang, Pulai dan Akar wangi, hampir 3.000 batang pohon sudah ditanam di Kecamatan Padang Barat, Bungus dan Kecamatan Koto Tangah

Berkaitan dengan hal tersebut diatas Komandan Kodim 0312/Padang mengharapkan instansi terkait seperti : Camat, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Babinkamtibnas beserta masyarakat dapat merawat dan mensosialisasikan kepada masyarakanya untuk menjaga pohon yang telah ditanam agar tumbuh subur, Kata Dandim 0312/Padang.

Letkol Czi Rielman Yudha, berharap keberadaan pohon di pantai mampu menjadi penyelamat saat terjadi bencana tsunami dan melalui penanaman. Rilis