“Indo Pacific Connectivity Outlook”, Langkah Awal UNP Berperan di Dunia Internasional

91

JURNAL SUMBAR | Padang — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pusat Kajian Indo-Pascifik Universitas Negeri Padang dengan menggelar Seminar Internasional “Indo Pacific Connectivity Outlook, Senin (11/3/2019) di Auditorium UNP, Minggu (10/3) malam UNP menyambut para tetamu dan undangan seminar dengan acara Welcoming Dinner (makan malam-red) dengan menghadirkan pembicara, Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

Malam itu, Rektor UNP, Prof Ganefri diwakili Wakil Rektor 4, Prof Dr Syahrial Bakhtiar mengatakan seminar internasional ini memberikan kesempatan kepada Pusat Kajian Indo-Pasifik UNP untuk mengaktulisasikan diri. UNP dan Kemenlu RI telah melaksanakan kerjasama setahun yang lalu, bahkan Kemenlu telah mendukung program Kelas Internasional agar sesuai harapan yang ditargetkan. Dalam seminar internasional yang berlangsung selama dua hari ini, tentu membuat ilmuwan UNP lebih memahami strategi Indo-Pasifik yang bermanfaat banyak bagi Indonesia dimasa mendatang.

“Seminar Internasional kali ini tentu merupakan langkah awal bagi UNP dapat berperan dalam memahami hubungan internasional untuk kepentingan Indonesia dimasa depan,” ujar Prof Syahrial Bakhtiar.

Sementara itu Dr. Siswo Pramono, LL.M, Direktur Badan Pengkajian dan Pengembangan Kibijakan Kemenlu RI, mengatakan, seminar internasional adalah memberikan dukungan agar UNP sebagai salah satu universitas di Sumatera Barat berperan melahirkan diplomat-diplomat di masa mendatang.

“Dengan itu, kami berharap peserta yang dalam seminar internasional ini lebih beragam dan dinamis melihat potensi UNP dilain kesempatan,” ujar Siswo Pramono pada sambutanya malam itu

Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menteri Koordinator untuk Urusan Ekonomi, 2001-2004; Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, 1998-2001 fokus membahas dugaan tentang Pengembangan Perdagangan Seaborne dan Kargo Udara di Indonesia Wilayah Indo-Pasifik.

Menurut Dorodjatun Kuntjoro, yang rang Sumando Minang ini, posisi Indonesia suka tidak suka mesti masuk ke dalam pasar bebas dunia yang sudah mengglobal. Dikatakannya, Indonesia harus antisipatif dan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi perjalanan bangsa, seperti revolusi industri, 4.0. (Humas UNP/Agusmardi)