Kerja Sama dengan MDN-G, UMT Beri Diskon Khusus Bagi Pemegang Minangkabau Card

150

JURNAL SUMBAR | Tangerang –
Ngopi Bareng Komunitas Milleneal Kota Tangerang digelar hari Minggu tanggal 3 Maret 2019 lalu di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Acara dengan tema Tangerang Creative Movement itu dikemas dalam bentuk diskusi panel dengan empat narasumber, yaitu Burmalis Ilyas dari Minang Diaspora Network Global (MDN-G), Ir. Eten Hilam mewakili tokoh pengusaha muda Banten, Dr. Mulyadi mewakili Asesor Pendamping Wirausaha Lembaga Sertifikasi UMT, dan Dr. Zalzulifa, M.Pd selaku Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif UMT.

Dalam sambutan pengantar diskusi, Dr Desri Arwen, M.Pd mewakili Rektor UMT berharap, kedepan semakin banyak kerjasama sinergi dengan berbagai pihak. MDN-G telah hadir mewakili komunitas Minang dengan potensi kemitraan bangun jejaring usaha sedunia.

Ir. Eten Hilman dalam sesi diskusi mengusulkan agar dibentuk Pusat Inkubator Bisnis sebagai wadah katalisator benih dan bibit wirausaha yang tumbuh di kalangan mahasiswa. Gagasan tersebut disambut baik oleh Dr. Mulyadi dan Dr. Zalzulifa, apalagi sejalan dengan peran keduanya dalam kepengurusan Muhammadiyah selaku Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat. Semua sepakat akan bangun kerjasama sinergi dengan Minang Diaspora Network Global (MDN-G). Bahkan untuk jangka waktu tertentu, kerjasama yang dibangun bisa menjadi model dan inspirasi terbentuknya wadah serupa misalnya dengan nama Banten Diaspora Network Global (BDN-G)

Di kesempatan itu, Burmalis Ilyas mengenalkan kartu non tunai keluaran MDN-G, yaitu Minangkabau Card. Kartu ini merupakan kartu non-tunai kerjasama antara Bank BRI melalui BRIZZI dengan MDN-G dan merchant yang bekerjasama dalam pemberian diskon harga produk dan jasanya. Minangkabau Card ini berfungsi sebagai kartu Brizzi (non-tunai) yang juga dijadikan kartu diskon.

Selain sebagai Brizzi untuk bayar tol, parkir, belanja di Alfamart, Indomaret, juga jadi kartu diskon di merchant-merchant yang dimiliki oleh pengusaha dan profesional Minang sedunia.

Adapun Manfaat untuk pemegang kartu non-tunai Minangkabau Card  adalah mendapatkan diskon di semua merchant yang dimiliki oleh pengusaha Minang, seperti rumah sakit, restoran, cafe, rumah makan Padang, universitas/kampus, klinik, apotik, hotel/penginapan, tour travel, butik/fashion maupun jasa profesional lainnya seperti notaris, dokter dan sebagainya.

Selain sebagai kartu diskon dan kartu anggota MDN-G, Minangkabau Card juga sebagai alat pembayaran non-tunai/e-money atau cashless money yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran toll, parkir, belanja di minimarket yang sudah bekerjasama dengan BRI.

Isi ulang (refill) Kartu Minangkabau Card dapat dilakukan melalui ATM BRI maupun minimarket yang sudah bekerjasama dengan BRI.

Minangkabau Card ini memiliki 3 kategori dengan paket diskon masing-masing, yaitu Kartu Platinum dengan investasi Rp1 juta dan akan mendapatkan diskon sebesar 10 -15 %, Gold seharga 500 ribu untuk diskon sebesar 7,5-10 %, dan Silver seharga 250 ribu mendapatkan diskon sebesar 5-7,5 %.

Minangkabau Card ini berlaku selama 2 tahun dan akan diperpanjang untuk periode berikutnya.

Menurut Burmalis, untuk informasi detailnya bisa dicek di website www.minangkabaucard.com.

Diwaktu yang sama, ditandatangani MoU antara UMT dengan MDN-G yang diwakili oleh DR. Desri Arwen selaku Wakil Rektor UMT, DR. Zalzulifa Dekan Fakultas Pariwisata dan Burmalis Ilyas selalu Direktur Eksekutif MDNG. Dalam MoU dituangkan kerjasama, dimana pemegang kartu Minangkabau Card mendapatkan diskon sebesar 50 persen uang pembangunan bagi pemegang Minangkabau Card Platinum, 40 persen untuk Golf dan 30 persen untuk Silver. Untuk uang kuliah, sedang dipelajari kemungkinan untuk pemberian diskon oleh fakultas maupun yayasan.

Di acara itu juga terungkap, bahwa dari sisi industri perlu ada standarisasi layanan dan produk berbasis jasa wisata dan industri kreatif. Untuk itu, Fakultas Parinkraf UMT akan aktif mengajak para pihak dalam kerangka Catur Dharma Perguruan Tinggi libatkan pelaku bisnis dan birokrasi menuju terbentuknya Pusat Inovasi  Inkubator Bisnis dan Usaha (IBU) sebagai wadah fasilitasi berbagai hasil riset terapan bidang Wisata dan Industri Kreatif yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa.

Bahkan, keberadaan Pusat Inovasi menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan karya-karya inovasi tepat guna Program Studi Pariwisata, Program Studi Periklanan, Program Studi Transportasi, dan Program Studi Desain Komunikasi Visual. Untuk itu, melalui acara ngopi bareng diperkenalkan kesempatan mendaftar sebagai mahasiswa baru dengan mendapat voucher umroh serta keringanan biaya bagi pendaftar melalui kartu Diaspora Minang. Rilis