Kerja Sama Kemenlu dan UNP, Isu Seputar Kawasan Indo Pasifik Dibahas di Padang

101

JURNAL SUMBAR | Padang – Senin,11 Maret 2019 akan menjadi tanggal dimulainya perhelatan Seminar International “Indo Pacifik Connectivity Outlook” di Auditorium Universitas Negeri Padang, dimana terlaksananya seminar internasional ini atas kerjasama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan Pusat Kajian Indo Pasifik UNP.

Rektor UNP, Prof Ganefri, PhD dalam jumpa pers, Rabu (6/3/2019) mengatakan ada tiga topik krusial yang akan dibahas oleh para pemimpin dan perwakilan negara peserta yakni kerjasama maritim, konektivitas dan pembangunan berkelanjutan dibawa payung SDGs.

“Dialog dalam seminar internasional ini bersifat terbuka, konstruktif dan diharapkan akan melahirkan berbagai bentuk kerjasama yang kongrit yang saling menguntungkan dimasa depan,” ujar Prof Ganefri di didampingi Penanggungjawa Pusat Kajian Indo-Pasifik UNP, Prof Syahrial Bakhtiar beserta pengurus pusat kajian yang baru eksis ini.

Seminar Internasional yang dituanrumahi UNP ini Senin (11/3) mendatang, selain membahas proyeksi perkembangan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik 10 tahun kedepan (2020-2030), utamanya perekonomian di kawasan Samudera Hindia, juga menilai kondisi konektivitas, bauik dari aspek infrastruktur, regulasi maupun people to people dan mengidentifikasi berbagai skema pembiayaan infrastuktur yang telah ada di kawasan.

Lebih rinci dijelaskan Syahrial Bakhtiar, seminar ini akan dihadiri para pakar dari berbagai negara dan organisasi internasional. Para narasumber akan berbagi pengalaman praktis mengenai pengembangan infrastruktur dalam berbagai proyek seperti di Asia-Africa Growt Corridor, Belt and Rood Initiative, Eurasia conectivty network, EU-Asia Conectivity, SAGAR dan lain-lain.

“Sesuai info dari pihak Kemenlu, berbagai pakar dari Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Perancis, RRT, Rusia, Thailan, Singapura serta berbagai berbagai organsisai internasional bakal hadir dalam forum seminar ini,” jelas Syahrial Bakhtiar didampingi Yetty Zainil, PhD (Ketua), Azmi Fitrisia, PhD (Sekretaris), dan Yukon Putra, M,Si (Ketua Sekretariat)

Yukon Putra, yang juga sekretaris DPP ILUNI UNP menjelaskan, sebelum seminar internasional direncanakan Kemenlu RI telah mengawalinya dengan Focus Grup Discussion di Cerebon, 18 Februari lalu, yang saat itu menghadirkan nara sumber dari ADB, ERIA, EU. Hasila dari seminar ini akan menjadi masukan bagi High Level Dialogue on Indon-Pacific Coorperation (HLD-IPC) yang akan dilaksanakan di Jakarta 20 Maret mendatang.(Humas UNP/Agusmardi)