Perjuangkan Jalan Aur Serumpun Diaspal, Walinagari Koto Rambatan Siap Berhenti

329

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Aspirasi Walinagari III Koto Rambatan, M Hatta mengenai ruas jalan Aur Serumpun, Siturah Rambatan agar diaspal, mengingat jalan tersebut jalan lokasi objek wisata, tentu harus mendapat atensi serius dari pemerintah daerah Tanah Datar.

Demikian dijelaskan Anggota DPRD Tanah Datar Dra. Donna, Rabu (6/3) di sela-sela Musrenbang kecamatan Rambatan di kantor Camat Rambatan.

Penegasan itu dikatakan Dra. Donna, menanggapi pernyataan Wali M Hatta tentang jalan Aur Serumpun Siturah sudah 18 tahun pengaspalan ruas jalan itu tidak pernah terealisasi, padahal jalan panjangnya hanya 200 meter, ditambah lagi jalan tersebut sangat dibutuhkan petani untuk mengangkut hasil tani dan ladang.

“Lantaran kecewa tidak ada realisasi, Wali M Hatta mengancam akan  berhenti menjadi Walinagari III Koto,” tegas Donna sesuai curhat M Hatta kepada Donna dan dalam Musrenbang.

Jalan sepanjang 200 meter itu sudah lama diusulkan Walinagari III Koto, malah sebelum walinagari sekarang M Hatta, sekitar 18 tahun lalu tahun 2005 semasa mantan bupati M Shadiq masih berkuasa. “Kita akan terus menyokong sampai terealisasi jalan beraspal tersebut,” tekan Donna.

Walinagari III Koto M Hatta mengakui, jalan Aur Serumpun Siturah yang akan diaspal hanya sepanjang 200 meter. Kita memang berharap ruas jalan itu diaspal, soalnya jalan tersebut hanya dijanjikan terus sejak 18 tahun lalu dan dibahas setiap kali musrenbang. “Saya Siap berhenti kalau jalan itu tidak direalisasikan tahun 2020 ),” tekan M Hatta bersungut-sungut dalam acara Musrenbang Kecamatan.

Diakui M Hatta, nagari III Koto serasa didiskriminasikan setiap tahun anggaran, sebab tahun 2019 ini, Nagari III Koto hanya mendapat satu kegiatan fisik dengan nilai proyek Rp 46 juta sedangkan empat nagari masing-masing memperoleh empat proyek fisik bernilai miliar-miliar rupiah “Saya kan jadi malu muka dengan masyarakat saya,dinilainya saya tidak mengusulkannya di Musrenbang,” tekan M Hatta.

Namun M Hatta masih meragukan, jalan itu direalisasikan pemda Tanah Datar tahun 2020 depan, karena jawaban ketua tim musrenbang kabupaten Tanah Datar Zulkifli SR tidak tegas menjawab usulan Walinagari III Koto dalam musrenbang yang digelar di kantor Camat Rambatan. habede