Pulang Ziarah, Amreh Hilang “Dilarikan Makhluk Halus” di Kelok Sembilan

3602

JURNAL SUMBAR | Limapukuh Kota – Seorang pria bernama Amreh Santoso (37 tahun) warga Kampung Besar Seberang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, dikabarkan hilang di kawasan Kelok 9 Jorong Ulu Aia, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh, Senin dinihari (25/3) sekitar pukul 01.00 Wib.

Sebelumnya, Amreh menggunakan mobil Strada warna hitam bersama 6 orang rekan lainnya juga dari Rengat hendak pulang dari Aceh dan Padang Pariaman usai melaksanakan perjalanan ziarah.

Namun, ketika dalam perjalanan dari Padang Pariaman ke Rengat, setiba di kawasan Kelok 9, tepatnya di Kelok 3 akan memasuki jembatan Layang Play Over Kelok 9, Amreh meminta kepada sopir yang mengemudikan mobil Strada tersebut untuk berhenti sejenak karena dia hendak buah air kecil.

Ketika mobil sudah berhenti dipinggir jalan, Amreh bergegas turun dan menyelinap ke balik pagar besi pembatasan jalan Play Over Kelok 9 hendak uang air kecil. Namun, setelah beberapa lama ditunggu, Amreh tak kunjung kembali ke mobil yang mesinnya masih dalam kondisi menyala.

Ringkas cerita, sopir Strada bersama 4 penumpang lainnya segera turun dan langsung mencari Amreh yang pergi ke arah Batang  Sungai Sanipan, persis berada dibawah tiang jembatan Layang Play Over Kelok 9

Walaupun temannya sudah melakukan usaha pencarian di sekitar lokasi, namun Amreh tidak berhasil ditemukan, dan malah usaha pencarian sudah dibantu warga yang berjualan di sekitar lokasi jembatan Jalang Kelok 9.

Kabar hilangnya Amreh di kawasan jembatan Kelok 9 tersebut sontak membuat Jorong Ulu Aia, Kecsmatan Harau, termasuk orang yang lalu lalang di jalan Sumbar-Riau itu kaget.

Melalui pemerintahan Jorong Ulu Aia, Kecamatan Harau, peristiwa hilangnya Amreh dilapokan kepada  Basarnas serta pihak Kepolisian Polres Limapuluh Kota.

Senin pagi, tim Pos SAR Bazarnas Limapuluh Kota dan Basarnas Kota Bukittinggi bersama anggota Polsek Harau dibantu warga masyarakat setempat turun melakukan pencarian. Namun hingga pukul 18.00 Wib, tim gabungan belum behasil menemukan Amreh.

” Iya, informasinya Amreh hendak buang air dan langsung hilang usai buang air tersebut. Meski coba dicari, namun ia tidak ditemukan. Upaya pencarian oleh tim gabungan belum membuahkan hasil, meski telah dicari hingga ke hutan Kelok 9,” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kapolsek Harau, Iptu. Harry M. Putra, yang diwawancarai di TKP.

Mantan Kasatlantas Polres Payakumbuh itu juga mengatakan bahwa, kecil kemungkinan Amreh terbawa arus sungai, sebab arus sungai kecil dan upaya pencarian juga telah dilakukan ke kawasan hutan linsung yang ada di sekitar kawasan Kelok 9.

Kabar hilangnya Amreh juga dibenarkan oleh Wali Jorong Ulu Aia, Iskarmon Basir. Menurutnya, Amreh diduga dibawa makhluk halus.

“Iya, memang ada warga Riau yang hilang, diduga ia dibawa oleh makhluk halus,” sebutnya.

Hingga kini, pencarian terus dilakukan, ungkap Camat Harau, Andri Yasmen yang juga turun ke lokasi.

Kirim Pesan lewat SMS

Misteri hilangnya Amreh menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Pasalnya, beredar pembicaraan dari warga setempat bahwa, lokasi tempat hilangnya Amreh, disebut-sebut terkenal angker dan sering memunculkan penampakan-penampakan mahkluk-mahkluk halus atau orang bunian.

“ Berat dugaan, hilangnya Amreh Santoso dilarikan mahkluk halus atau orang bunian,” sebut warga setempat berkomentar.

Kakak sepupu Amreh yang ikut dalam rombongan ziarah tersebut ketika diwawancarai awak media mengungkapkan bahwa, satu jam usai dinyatakan hilang, Amreh sempat mengirim pesan singkat (SMS) kepada rombongan keluarga yang masih melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Pesan SMS tersebut berbunyi “Perkuatlah Ibadah.” Tak berselang lama atau menjelang subuh, keluarga Amreh kembali menerima pesan singkat SMS yang dari Amreh berbunyi ” Duluanlah pulang, saya menyusul dengan kuda putih.”

Meski cerita-cerita mistik sempat terjadi dibalik peristuwa hilangnya Amreh, namun tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.

“Jika usaha pencarian tidak berhasil, maka akan dilakukan upaya pencarian dengan sistim orang kampung yakni memakai alat-alat gendang melibatkan orang-orang pintar,” sebut salah seorang  anggota Bazarnas. (Ridho)