Sukses, Diklat Sagu Sabu Ditutup Kadis Pendidikan Sijunjung

152

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Diklat Satu Guru Satu Buku (SaguSabu) yang diadakan pengurus Ikatan Guru Taman Kanak Kanak – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTK – PGRI) dari Senin hingga Rabu, 4 – 6 Maret 2019, di Aula SPNF SKB Muaro Sijunjung, secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Ramler, SH.MM diwakili Kepala Bidang PAUD dan PNF, Syamsul Bahri, S.Pd.MM didampingi Kasi kurikulum dan Penilaian, Delvianti Basri, SE.

Dalam arahannya Syamsul Bahri, S. Pd. MM mengapresiasi dan menyampaikan rasa salut dan bangga terhadap semangat serta komitmen semua Peserta dalam diklat tersebut.

” Kami sangat mengapresiasi semua peserta dalam melaksanakan diklat ini, karena sampai akhir kegiatan tidak ada peserta yang berkurang bahkan tetap antusias mengikuti acara ini sampai berakhir, kesungguhan tenaga pendidik di Kabupaten Sijunjung tidak diragukan lagi, ini ditandai dengan beberapa prestasi berskala Nasional telah diraih,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Syamsul Bahri juga berpesan kepada 150 peserta, bahwa untuk menghadapi era abad 21 atau generasi milenial ini terutama bekal yang harus dipersiapkan adalah, ” seorang pendidik selain harus menguasai literasi baca tulis dituntut pula menguasai literasi sains, financial, digital serta budaya sebagai seorang Warga Negara yang baik, “ujarnya.

Guru selain mengajar juga tampil sebagai pekerja sosial, pelajar dan ilmuawan, wakil orang tua, sebagai role model, teladan dan petugas kesehatan bagi anak anaknya dan guru juga pakar psikologi,agen perobahan dan pemberi inspirasi tidak saja bagi anak didiknya tapi secara luas untuk masyaralat secara umum, lanjutnya.

Sementara itu Ketua IGTK-PGRI Verawati S.Pd menyampaikan dari 150 peserta diklat yang dipandu Adhan Chaniago ini telah berhasil menyusun naskah buku dengan judul judul terbaik.

” Terimakasih saya ucapkan kepada semua peserta, saya sangat terharu sekali karena semua peserta diklat ini telah berhasil menyusun naskah buku dengan judul terbaik, ” ucapnya.

” Kami dengan peserta lainnya telah berkomitmen, tidak hanya akan menulis satu guru satu buku tetapi nantinya akan menulis untuk satu guru lima buku, dan insyaallah akan diluncurkan pada saat Hari Pendidikan Nasional pada bulan Mei mendatang, ” jelas Verawati. (andri).