Terungkap di Musrenbang, Perbaikan Jalan Provinsi di Tanjung Baru Terkendala Lahan

194

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Setiap tahun jalan simpang Tabek Patah – Tanjung Alam – Barulak – batas Tanah Datar sepanjang 8 KM, saat ini kondisinya cukup parah. Setiap tahun terus diusulkan pengasplan dan pelebaran jalan ke Pemda  Provinsi, tetapi yang ditanya selalu masalah pembebasan tanah kiri kanan jalan.

Hal itu diutarakan Ketua Tim Musrenbang Tanah Datar Drs. Alfian Jamrah sekaligus Kepala Baperlitbang (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan) Tanah Datar dalam Musrenbang kecamatan Tanjung Baru, Senin (11/3).

Pemda Provinsi pada prinsipnya tidak mau bermasalah dengan pembebasan kiri – kanan jalan. Kalau pembebasan lahan tuntas dengan surat dokumennya, maka jalan tersebut bisa dimulai pengerjaannya. “Begitu juga jalan dua jalur Simpang Manunggal ke nagari Cubadak. PUPR Provinsi menunggu ketersediaan lahan untuk perlebaran jalan tersebut,” tekan Alfian lagi.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, SE mengatakan, pengaspalan dan pelebaran jalan tidak ada masalah. “Yang masalah belum adanya kesepakatan masyarakat pemilik lahan kiri-kanan jalan untuk pembebasan. Selama masih tidak ada kesepekatan, maka jalan provinsi belum bisa dikerjakan,” tukas Anton.

Untuk pengerjaan pengaspalan dan pelebaran jalan provinsi itu perlu partisipasi masyarakat setempat untuk pembebasan lahan sesuai kesepakatan bersama. “Kita mengharapkan ninik mamak, anak kemenakan dan masyarakat memberikan partispasi dalam pembebasan lahan untuk pembangunan jalan provinsi itu,” tutur Ketua Anton.

Baik Anton Yondra maupun Alfian Jamrah sama memberikan masukan, pengaspalan dan pelebaran jalan provinsi banyak keuntungan bagi masyarakat sepanjang jalan Simpang Tiga Tabek Patah – perbatasan Piladang 50 Kota. Diyakini ekonomi masyarakat sepanjang jalan akan meningkat dengan meningkatnya tonase lalu lintas kenderaan Payakumbuh – Tabek Patah (Batusangkar).

Dari pemantauam jurnalsumbar.com tentang Simpang tiga Tabek Patah – Piladang 50 Kota sepanjang 11,5 Km memang kurang menggembirakan. Kondisi tengah jalan banyak ditemukan lobang dan begitu juga pinggiran jalan dan bahu jalan yang terban.

Musrenbang kecamatan Tanjung Baru merupakan aktivitas terakhir dihadiri anggota DPRD Nurhamdi Zahri, Dekminil, Irman, Camat Tanjung Baru Arif Gani Malay, OPD, Forkopimcam, lembaga unsur dan undangan lain. habede